Skip to content

Ayo Kembali Ke Dapur!

October 18, 2015

 

11995568_10203774901087914_1100704734_n

Read more…

Advertisements

‘Me and You – We’ Versus The World

March 30, 2015

20150329_090252

Love is an unconditional commitment to an imperfect person. To love somebody isn’t just a strong feeling. It is a decison, a judgement and a promise. Love doesn’t mean anything if you’re not willing to make commitment. When you’re commited to do something, you accept everything no excuses, only results. That’s how love should be. Acceptence, honesty and commitment. Love comes when you care more about who the other person really is, rather than about who you think they should become. It’s about daring to reveal yourself honesty, and daring to be open and vulnerable over the endless term #janganseriusseriusbacanya #lagilempengotaknya.  Those are the conclusions (at least for me) after reading these novels.

I’ve got these novels as a gift. Alright then, let me tell you the story. Eeemm, it’s about a man and a girl’s relationship which has substantial problem. They have difference of age, about thirteen years. People say they can’t. But, if loving the girl is right, the man can’t go wrong. He feel complete, it was like God’s gift. He knows his feeling for sure even the girl give up on their relationship. So, he is in uncertainty. Isn’t an easy situation, especially as mature man, he can freely choose another woman. But, he’ll always be the same, won’t a damn thing change his feeling.  Emm… once a man has made a commitment to way of life, he put the greatest strength in the world behind him. Purposive – unwavering – unshaken, you name it!. Nothing will stop him… he will do anything for the one he loves #begituceritanya #ngangkatalis. Yaa… cerita di novelnya begitu #grumbling. Haha. That’s  why I prefer choose thriller story! #smile #that’sme #evilmodeon.

Endingnya happy #grumblinglagi, saya lebih suka yang separate each other #haha. Over all alur ceritanya lumayan bagus. Kesannya heroes but actually for me itu fragile #ngikik. Iyalah, a mature man can’t live without someone he loves itu fragile namanya! #nyengirevil #begnilahjikasudahkehilanganrasa. But, I’ve got the point!. Thanks for giving me these books. Thanks to author #appreciate!. Happy reading. Have a great monday!

Destinasi Impian : Danau Kelimutu with Lomba Blog PegiPegi #BukanSekedarTraveling

February 15, 2015

“To travel is to awaken” –Lili Tsay.

“Living in big cities like Jakarta, means you have to deal with pollution every single day. There are times I want to escape to a place with less car and more nature to rejuvenate my whole being” – Amrazing. Double agree with him. So, let’s find some beautiful place to get lost. Tempat indah di sudut-sudut nusantara, merasakan pesona kemegahan sebuah keajaiban alam dan kearifan budaya lokal yang tidak akan pernah terlupakan.

That was Flores. Pulau yang menawarkan sejuta pesona. Pulau ini memiliki danau cantik  di puncak gunung dengan ketinggian 1.690 meter di atas permukaan laut. Dunia sudah tidak asing dengannya. Danau Kelimutu. Danau ini menjadi salah satu 5 Danau Tercantik di Dunia yang menjadi destinasi impian saya untuk mengunjunginya.  “A lake is a landscape’s most beautiful and expressive feature. It is earth’s eye : looking into which the beholder measures the depth of his own nature”, -Henry David Thoreau.

Danau Kelimutu masuk dalam kawasan Taman Nasional Kelimutu, yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Danau Kelimutu terdiri dari tiga buah  kawah dengan warna yang berbeda-beda. Warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan konon memiliki kekuatan alam yang sangat magis. Danau atau Tiwu Kelimutu di bagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna – warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai”merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau “Tiwu Ata Polo” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau “Tiwu Ata Mbupu” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.

Selain keindahan Danau Kelimutu, ingin sekali melihat suguhan pemandangan rumah-rumah adat khususnya di Desa Moni. Sebuah desa yang menjadi gerbang utama menuju Danau Kelimutu. Mempelajari kearifan lokal desa sekitar. Terbersit sebuah keinginan menjadi guest teacher di sana, pastinya menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga.

Kabupaten Ende juga menyimpan keunikan dan keindahan Tenun Ikat-nya. Daerah yang satu ini memang sangat terkenal dengan tenun ikatnya yang khas dan halus. Tenun ikat ini dibuat secara tradisional dan menggunakan pewarna yang masih alami. Ah… satu lagi jejak sejarah yang tidak boleh dilewatkan adalah Rumah Pengasingan presiden pertama negeri ini!

Dari Ende, tempat yang ingin sekali saya kunjungi adalah Desa Adat Suku Bena, Bajawa. Melempar ingatan kepada lembaran-lembaran prasejarah. Konon, ini sebuah kemegahan warisan budaya zaman batu di Flores. Desa ini  berporos pada Gunung Inerie, lokasinya 18 km dari kota Bajawa. Kehidupan di Kampung Bena dipertahankan bersama budaya zaman batu yang tidak banyak berubah sejak 1.200 tahun yang lalu. Di sini ada 9 suku yang menghuni 45 unit rumah, yaitu: suku Dizi, suku Dizi Azi, suku Wahto, suku Deru Lalulewa, suku Deru Solamae, suku Ngada, suku Khopa, dan suku Ago. Pembeda antara satu suku dengan suku lainnya adalah adanya tingkatan sebanyak 9 buah. Setiap satu suku berada dalam satu tingkat ketinggian. Rumah suku Bena sendiri berada di tengah-tengah. Karena suku Bena dianggap suku yang paling tua dan pendiri kampung maka karena itu pula dinamai dengan nama Bena.

Kampung Bena, taken from Wonderful Indonesia

Kampung Bena, taken from Wonderful Indonesia

Dari referensi blog yang saya baca, untuk menuju Ende, Flores – Nusa Tenggara Timur, kita bisa melalui tiga rute penerbangan. Pertama, dari Jakarta menuju Ende. Kedua, dari Jakarta menuju Kupang kemudian dilanjutkan ke Ende. Ketiga, dari Jakarta menuju Denpasar lalu ke Ende. Untuk  tiket pesawat dan hotel, saya tidak perlu khawatir! Now traveling is easy pegipegi.com solusinya. Let’s get lost on Flores!

Dari sebuah perjalanan kita bisa belajar dan bercerita. Ya…, belajar lebih arif memandang hidup dan kehidupan serta bercerita kepada dunia betapa indahnya nusantaraku! #BukanSekedarTraveling

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Pegipegi #BukanSekedarTraveling.

 banner-BLOG-500-22

Breakfast with Wheat Bread… #Let’s be more Wise

February 8, 2015

20150208_134309

Read more…

Simple Wonton Soup

February 8, 2015

20150208_133558
Read more…

Jelajah Pulau Pari #Part 5 : Dermaga Bukit Matahari

December 27, 2014

IMG_20141224_213058 Read more…

Jelajah Pulau Pari #Part 4 : Pantai Pasir Perawan

December 27, 2014

20141227_110036 Read more…