Skip to content

Pesona Skotlandia di Timur Nusantara

September 26, 2016

Menjelajahi sudut-sudut nusantara. Merasakan pesona kemegahan sebuah keajaiban alam dan kearifan budaya lokal,  kerap mengajarkan kita bagaimana cara memandang hidup dan kehidupan sesungguhnya. One’s destination is never a place, but a new way of seeing things, Henry Miller.

Sebagai pecinta travel,  Pulau Timor adalah salah satu wishlist destinasi saya. Pulau yang menawarkan sejuta pesona tersembunyi di dalamnya. Referensi keberuntungan pun bersambut, saat ekspedisi Ring of Fire Adventure (RoFA) yang dipandu oleh Youk Tanzil bersama anak-anaknya, mengeksplore betapa megahnya pesona timur nusantara. Yup, acara favorite saya di Kompas TV, every saturday night!.

Gunung Mutis. Merupakan titik tertinggi di Pulau Timor, 2400 meter di atas permukaaan laut. Berjarak sekitar 40 kilo meter sebelah utara Kota SoE di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Untuk mencapainya, perjalanan dimulai dari Kota Kupang menuju SoE. Dari SoE, perjalanan dilanjutkan menuju Kapan, sebelum ke Desa Fatumnasi. Desa Fatumnasi adalah gerbang memasuki cagar alam Gunung Mutis.

Little Scotland

Mutis ibarat telaga  di gurung Pulau Timor. Padang rumput hijau laksana permadani, menghampar luas di atas bukit. Rimbun pohon berumur ratusan tahun, namun tetap berdiri kokoh. Lumut janggut atau usnea barbabata menggelayut riang diterpa angin. Sapi dan kuda berkeliaran bebas di hamparan permadani hijau, serta kearifan lokal warga membuat tempat ini menjadi penyejuk Pulau Timor yang kering dan cenderung tandus. Konon, menurut masyarakat setempat, ada orang asing yang pernah berkunjung ke kawasan ini, lantas teringat perbukitan di Skotlandia. Mereka lalu menjulukinya Little Scotland.

Eucalyptus alba atau minyak kayu putih mendominasi hutan Mutis. Kayu dengan warna putih, kontras dengan hijaunya rerumputan. Ampupu atau Eucayptus urophylla pun tak  kalah menyelimuti 20.000 hektar kawasan pegunungan. Konon, ini menjadi kawasan  Ampupu terluas di dunia. Menurut LIPI, terdapat Ampupu dengan ukuran batang terbesar di dunia, mencapai 3, 75 meter.

Share, Respect and Rise Together

Ranting-ranting besar di hutan, menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat sekitar. Bukan ditebang, tapi sebagai sarang sang lebah madu. Dari madu hutan, masyarakat bisa menopang kehidupan ekonominya, selain hasil ternak dan pertanian. Setiap pohon dipenuhi madu hutan yang sudah menjadi milik setiap suku yang bermukim di sekitarnya. Namun, mereka tetap bisa berbagi dan saling menghormati. Tidak mengganggu pohon-pohon suku satu dengan lainnya. Hal sederhana yang perlu diteladani, karena kerap memudar dalam kehidupan masyarakat modern. Kekuatan menjaga tradisi inilah yang membuat mereka tetap ada walaupun hanya mengandalkan kearifan alam, mengingat lokasinya yang cukup terpencil.

Makna dibalik Rumah Lopo 

Lopo atau Ume Kebubu adalah rumah tradisional masyarakat di kawasan Gunung Mutis. Masyarakat sekitar memanfaatkan kekayaan alam yang ada. Alang-alang, ranting, batang pohon serta bebatuan. Atap berupa alang-alang menyerupai sarang lebah. Tidak memiliki jendela. Dengan satu buah pintu dengan tinggi satu meter. Rumah ini bentuknya bulat tanpa dinding. Ruangan ini sangat hangat dengan dapur dan tempat tidur berada di dalam. Ketika kehangatan dan kenyamanan rumah, tidak ditentukan dari besar dan fasilitas yang ada. Tak jarang warga lokal juga menyimpan benih jagung di atas dapur. Tehnik pengasapan ini membuat benih tanaman tahan lama.

Rumah  ini dihuni satu keluarga, lengkap dengan hewan peliharaan. Anjing, ayam, dan babi bebas keluar masuk rumah. Satu hal menarik  ialah pintu masuknya yang berukuran sekitar satu meter. Orang harus merunduk untuk masuk rumah berbahan kayu itu. Konon, menurut masyarakat, ini bermakna agak kita selalu ingat untuk bersikap sopan kepada sesama. 

Pesona ini yang membuat siapa pun, jatuh cinta kepada ibu pertiwi. Pesona keindahan alam, kearifan lokal, beragam suku dan budaya namun tetap harmoni dalam beda. Banyak negara yang memiliki keindahan alam sangat menawan, namun tak ada yang memiliki ribuan ragam pesona pulau dan budaya terbentang dari timur ke barat, selain Indonesia.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Gramedia Blogger Competition  bersama Kompas TV. Yuk, ikut bergabung dan tuangkan tulisanmu dalam Jelajah Surga di Bumi Indonesia dan temukan berbagai inspirasi. Explore wonderful Indonesia!

ctmghxixgaei_ij

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: