Skip to content

Sabtu Bersama Bapak

July 1, 2016

IMG_20160710_132843

“Bapak minta kalian bermimpi setinggi mungkin. Dengan syarat, kalian merencanakannya dengan baik.” Hal 151

Buku yang ditulis dengan rasa dan asa itu berbeda, dan Mas Adhitya Mulya benar-benar menulis buku ini dari hati, asal muara rasa dan asa itu berada, halaaah. Semalam, sebelum saya mengeksekusi buku ini, muncul sebuah pesan via WhatsApp dari seorang sahabat. Jika beliau menanyakan kesediaan waktu saya, tentulah ada sesuatu yang perlu didiskusikan. Akhirnya, kami pun terlibat dalam sebuah diskusi panjang. Girls Women’s talk,  you name it. Berdiskusi tentang pola asuh dan konflik kehidupan rumah tangga. Hey, siapa bilang para single ladies tidak bisa diajak berdiskusi tentang ini? hahaha. Banyak diantara mereka cukup bijak dalam berpendapat dan menyikapi permasalahan, saya salah satunya, plaaakk. Hmm, setidaknya profesi memaksa kami untuk seperti itu, hahaha.  Kita tidak hanya harus belajar atas apa yang terjadi pada diri kita, tapi juga harus belajar atas apa yang terjadi pada orang-orang di sekeliling kita.  Inilah yang saya suka dari sebuah diskusi panjang yang apik, dalam dan jujur, hingga ditutup dengan  pilihan solusi.

Dan pagi ini, dari berbagai tumpukan buku, saya memilihnya. Entah mengapa, hanya membiarkan insting  saya bermain, haiyaah. See? baru di halaman ke sepuluh, buku ini sudah membuat saya tersenyum. Saat di halaman ke tiga puluh, saya mengirim  sebuah pesan kepada  seorang sahabat “If you still wanna  add a ‘simple and light’ literature diskusi tadi malam, read-able while cooking or standing for hours in commuter line, baca : Sabtu Bersama Bapak.  You’ll find how marriage life should be, how a man should treat his woman and vice versa,  also how parents should treat their children. Jitak gue kalau kagak bagus!.”

 Buku ini  terkesan a bit preachy, tapi tertutup dengan cerita yang lain. Buku ini mengajak kita merenung sejenak, sekaligus laugh at some scenes, bahkan ngakak dengan si Cakra dan sales teamnya. Ini buku layak dibaca oleh siapapun. Sekali lagi, siapapun… yang ingin berbuat terbaik untuk keluarganya.

“Membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid. Yang sama-sama kuat. Bukan yang saling mengisi kelemahan. Karena untuk menjadi kuat adalah tanggung jawab masing-masing. Bukan tanggung jawab orang lain. Find someone complimentary, not supplementary. We make each other a better person.” Sabtu Bersama Bapak. Don’t make me own you an explanation about this qoute. Saya yakin, anda sangat memahaminya. Highly recomended!.

 “A truly great book should be read in youth, again in maturity and once more in old age, as a fine building should be seen by morning light, at noon by moon light.” Robertson Davis – Canadian Novelist.

Hari-hari menuju penghujung ramadhan-Mu, 1437 H. Hatur nuhun Nona Sofa Nurdiyanti, atas bukunya. Barakallahu fiik.

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: