Skip to content

Ayo Kembali Ke Dapur!

October 18, 2015

 

11995568_10203774901087914_1100704734_n


Ayo Kembali ke Dapur!



You are what you eat. Makanan yang kita asup sehari-hari mencerminkan kesehatan tubuh kita. Tanpa sadar, semakin hari, semakin banyak orang yang memiliki kesadaran untuk semakin menjaga kesehatan, baik secara lahir maupun batin. Salah satunya dengan memilih pola makan yang jauh lebih alami dan sehat. Hal ini pula yang menjadi alasan saya untuk kembali belajar dan memilih pola makan yang lebih alami dan sehat.


Di tengah mudahnya akses mendapatkan makanan cepat saji dan lezat, tetap memilih mengasup makanan sehat serta alami merupakan sebuah tantangan tersendiri. Namun, sosok-sosok yang menginspirasi ini hadir di hadapan saya untuk berani memutuskan “do what is right, not what is easy”. Saya mengetahuinya ketika  memfollow komunitas Indonesia Makan Sayur di social media instagram. Berbagai macam inspirasi makanan sehat dan  ilmunya senantiasa hadir di sana. Ya, saling berbagi adalah kata kunci yang menjadikan komunitas ini semakin berkembang dari hari ke hari.


Salah satu sosok yang menginspirasi saya adalah seorang ibu cantik yang memiliki tiga anak ini. Ia bernama Arilya Irfan. Owner ArilyaProd’n, MP Dancing Club, Masha Butik, Clean Eating Catering @dapurmamahanna, @roemahtjantikolo sekaligus koreografer Senam Poco Poco Nusantara, FOKBI 2015. She was born on October 9th 1975. But trust me,  she looks ten years younger than her age. Saya bertemu dengan ibu cantik yang pernah mengikuti Mondiale Internasional – De Volklore Festival Goriza di Italy dan Moestra De Volklore Teruel di Spanyol ini, saat pertama kali mengikuti Clean Eating Class yang diadakan olehnya beberapa waktu lalu. Pertama kali berjumpa, langsung jatuh cinta dengan keramahannya. Well, tidak salah ya kalau Ia pernah terpilih menjadi penari tunggal menyambut Presiden Zambia di Istana Negara, tahun 1997.


Saya pun memutuskan untuk belajar dan bertanya banyak hal kepada beliau  mengenai pola hidup sehat dengan clean eating. Penasaran dengan hidup sehat yang dijalani Mba Arilya? By the way, kenapa dipanggil Mba, memang masih terlihat muda lho. Yuk, ketahui lebih jauh dari kutipan wawancara saya dengan wanita yang pernah mengikuti misi kebudayaan di Singapore dan Malaysia tahun 1994 ini, saat ditemui Sabtu (3/10/2015) di sebuah rumah bertingkat dengan nuansa minimalis dan taman yang cukup luas, di bilangan Cipayung, Jakarta Timur.



Sekarang ini gaya hidup sehat sedang menjadi trend di masyarakat. Bagaimana gaya hidup sehat menurut  Mba Aril?

Gaya hidup sehat menurut saya adalah pola hidup sehat yang kembali ke alam. Mengkonsumsi makanan yang alami, sebisa mungkin tanpa proses masak yang lama atau minim proses, tanpa pengawet dan MSG. Mengurangi garam, gula, minyak, makanan berlemak, dan memperbanyak konsumsi sayur dan buah segar. Protein boleh tetap dikonsumsi, dengan proses yang sehat seperti kukus, rebus dan panggang. Makan dengan berkesadaran.

Makanan apapun yang kita makan bila bentuknya semakin dekat dengan bentuk aslinya, maka semakin sehat.  Itu adalah konsep yang kita kenal sebagai clean eating.



Apa yang membuat Mba Ariel memutuskan untuk memilih pola hidup sehat dengan clean eating?

Dengan usia yang beranjak 40 tahun sekaligus sebagai ibu yang memiliki 3 anak, saya merasa mudah lelah. Anak yang pertama kebetulan sudah menginjak remaja, terkadang membuat emosi saya menjadi kurang stabil.

Sebenarnya menjalani pola hidup sehat sudah lama. Tiga tahun yang lalu saya sudah vegetarian, tapi bertahap dari ovo-lacto vegetarian  kemudian pescetarian, dan saat ini vegetarian.

Setelah menjalani ini, bukan berat badan yang menjadi tujuan utama. Efek yang paling terasa adalah emosi yang jauh lebih stabil. Pastinya tidak mudah lelah, dengan berbagai aktivitas yang dijalani, mengurus anak-suami dan rumah semua sendiri tanpa pembantu. Penyakit vertigo pun sudah tidak pernah dirasakan lagi.



Tantangan saat memutuskan untuk memilih pola hidup sehat dengan clean eating?

Banyak orang yang bilang kalau saya tidak menikmati hidup, itu jadi tantangan tersendiri. Tapi, justru ini cara saya menikmati hidup. Eat to live, don’t live to eat. Saya sudah hampir tidak pernah makan atau jajan di luar, jadi pasti membawa box bekal makanan sendiri. Konon, box itu terkenal dengan sebutan ‘box anti sosial’. Haha. Kalau pun harus makan, akan memilih makanan yang minimalisir processed foodnya.



Alasan Mba Ariel untuk membuka Clean Eating Class?

Berawal dari costumer catering yang berdomisili cukup jauh, salah satunya di Bintaro. Pesanan itu setiap hari, untuk orangtuanya yang sakit dan salah satu therapinya adalah mengkonsumsi makanan organik. Ongkos pengiriman sudah menghabiskan dana sekitar 70.000/hari. Jadi, cost delivery-nya lebih mahal daripada makanannya. Saya berpikir “kenapa mau hidup sehat, tapi jadi lebih mahal?”. Akhirnya saya menawarkan kepada beberapa custumer saya untuk stop memesan catering saya. Sayur dan buah organik bisa didapat dimana saja, dan saya akan mengajarkan cara mengolah dan membuat menu-menu yang bervariasi. Setelah itu, bisa dipraktekan untuk keluarga.

Dorongan hati untuk ingin saling berbagi dan tidak membebani orang lain yang ingin hidup sehat. Itu yang menjadi alasan saya untuk share dalam clean eating class.



Kebanyakan orang masih berpikir makanan organik mahal, pendapat Mba Ariel?

Buat saya itu adalah investasi kesehatan, manfaatnya berkepanjangan. Tapi produk organik ini bisa murah jika semua masyarakatnya mengkonsumsi organik. Secara otomatis, petani banyak yang akan beralih ke organik. Karena pada dasarnya Indonesia adalah negara agraris yang sangat subur.

Tidak perlu harus import, kualitas buah-buah Indonesia tidak kalah dengan buah import, bahkan lebih bagus. Jadi tetap lebih memilih sayur dan buah organik produksi lokal. Mendukung petani lokal untuk menjamin ketahanan pangan nasional.



Tips untuk para pemula yang ingin memiliki pola hidup sehat dengan clean eating?

Niat. Motivasi. Bertahap. Pelan-pelan saja, dan terakhir adalah konsisten. Niat kita harus kuat, apa motivasi kita?  Pelan-pelan, nikmati prosesnya. Konsisten, ini adalah yang paling berat. Alhamdulillah, saya sudah berhasil melewatinya.

Bekali diri dengan pengetahuan yang cukup mengenai clean eating  dan susun menu makanan sehat yang terencana dengan ‘ayo kembali ke dapur’.

Memilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, quinoa, atau oat. Kenapa harus mengurangi nasi putih? nasi putih cenderung memiliki indeks glikemik tinggi yang akan meningkatkan kadar gula dalam darah. Banyak mengkonsumsi sayur dan buah-buahan segar utuh, minim proses.  Memilih makanan dengan lemak sehat  seperti alpukat, minyak zaitun, dan jenis yang ditemukan dalam kacang-kacangan seperti almond, kenari dan lain-lain. Minum air putih yang cukup, mengurangi gula, garam dan tetap berolah raga, ini penting. And don’t skip your breakfast, sarapan sehat yang kaya akan vitamin dan mineral sangat baik untuk kesehatan. Bisa dengan buah potong, overnight oat, jus buah atau green smoothies.

Untuk pemula komposisi green smoothies bisa dengan 60:40, 60% buah dan 40% sayuran hijau berdaun. Jika sudah terbiasa 50:50 dan kemudian dibalik 40:60.



Untuk masyarakat, khususnya para perempuan Indonesia, harapan Mba Aril?

Ayo kembali ke dapur. Hidup sehat itu should be a simple. Mengajak banyak orang untuk belajar memasak, mengolah makanan sendiri, dari proses awal hingga akhirnya tersaji di meja makan. Memberikan yang terbaik untuk keluarga. Memasak dimulai dengan do’a dan rasa syukur sepenuh hati. Memasak dengan cinta dan kasih sayang. Sebelum kita menikmati makanan, kita harus selalu bersyukur dan berterima kasih kepada-Nya, dan berterima kasih kepada orang-orang yang terlibat hingga makanan ini sampai di hadapan kita. Seperti petani dan pedagang. Semoga mereka juga hidup sehat dan sejahtera. Lalu menikmati makanan dengan penuh kesadaran hati dan pikiran. Makan berkesadaran.




Satu jam yang menginspirasi. Tidak mudah menemukan orang yang ingin selalu berbagi ilmu dan menyebarkan hal-hal positif di sekitar kita. Bersinergi, membentuk komunitas-komunitas kecil untuk sebuah tujuan besar : Indonesia Sehat! Indonesia Produktif! Indonesia Hijau!.

Terima kasih untuk Mba Arilya dan keluarga, atas waktu yang sudah diberikan. Terima kasih suguhan infused water + broccoli and baked potatoes with vegan chesse-nya yang yummy!.  Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi IHB Blog Post Challenge.

IHB

Eating healthy, clean and nutrient-rich food, fill your body with energy, nutrients and antioxidants. Imagine your cell smilling back at you saying thank!
So, Eat Healthy! Feel Healthy! Be Healthy! See you!





Profil Narasumber :
Arilya Irfan. Owner of ArilyaProd’n, MP Dancing Club, Masha Butik, Clean Eeting Catering @dapurmamahanna, @roemahtjantikolo. Kegemarannya dancing, cooking dan yoga. Inilah segudang prestasi yang dimilikinya :
– Mondiale Internasional, De Volklore Festival Gorizia – Italy, 1990
– Moestra De Volklore Teruel – Spanyol, 1991
– Peserta misi kebudayaan ke Singapore dan Malaysia, 1994
– World Children Festival, Nagoya dan Hamamatsu – Jepang, 1994
– Penari terbaik se Jakarta Pusat, 1994
– Model iklan B’GELL, 1994
– Penari tunggal menyambut Presiden Zambia di Istana Negara, 1997
– Penghargaan dari Kebudayaan India di Jakarta, 1999
– Mengikuti Jakarta Festival India 1999
– Juara I Senam Poco-Poco Dharma Wanita Persatuan Pusat, sebagai Koreografer 2000
– Penatar Workshop Poco-poco di Denpasar – Bali, 2001
– Penatar Workshop Poco-poco di Surabaya 2002
– Penatar dan juri Poco-poco Tingkat Nasional, April 2006
– Lulus “Sangat Baik” pelatihan instructur ILDC (Indonesia Line Dance CluB)
– Instructur & Pengurus di Diklat D’Universal Line Dance, Februari 2010
– Koreoografer “Mari Bercinta” di D’Universal Line Dance, September 2008
– Koreografer “Paris Barantai” di D’Universal Line Dance, Oktober 2008
– Koreografer “Kembalikan Baliku” di D’Universal Line Dance, Januari 2009
– Koreografer “Lupa Lupa Ingat” di D’Universal Line Dance, Juli 2009
– Koreografer “Home” di MP Dancing Club, Februari 2010
– Koreografer “Binthe Biluhuta”, Oktober 2010
– Koreografer “Just For You”, Oktober 2010
– Koreografer “Final Countdown”, desember 2010
– Penghargaan Koreografer Line Dance Indonesia dari Langkah Perempuan Indonesia (LPI)
– Juri Lomba Senam Poco-Poco Nusantara tingkat Nasional ke – 3, 2013
– Juri Lomba Senam Poco-Poco Nusantara tingkat Nasional ke – 4, 2014
– Koreografer Senam Poco-Poco Nusantara, 2015
– Bergabung di FOKBI (Federasi Olah Raga kreasi budaya), 2015

Advertisements
5 Comments leave one →
  1. October 19, 2015 4:58 PM

    Saya juga follow indonesia makan sayur Mba.. btw profil narasumbernya panjang yaa 😀

    Like

    • October 20, 2015 2:51 PM

      Hihihi… iyaa panjang 😀
      Iya di IMS banyak yang menginspirasi…, terima kasih Mba Nia cantiik sudah berkunjung. Blognya Mba Nia kereeeen.

      Like

  2. October 20, 2015 11:50 PM

    Saya juga lagu pengen belajar clean eating… tapi belum berhasil. Yak, mari semangaattt

    Like

  3. December 3, 2015 5:37 PM

    wah sukses ya mbak kontesnya mantap…..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: