Skip to content

Destinasi Impian : Danau Kelimutu with Lomba Blog PegiPegi #BukanSekedarTraveling

February 15, 2015

“To travel is to awaken” –Lili Tsay.

“Living in big cities like Jakarta, means you have to deal with pollution every single day. There are times I want to escape to a place with less car and more nature to rejuvenate my whole being” – Amrazing. Double agree with him. So, let’s find some beautiful place to get lost. Tempat indah di sudut-sudut nusantara, merasakan pesona kemegahan sebuah keajaiban alam dan kearifan budaya lokal yang tidak akan pernah terlupakan.

That was Flores. Pulau yang menawarkan sejuta pesona. Pulau ini memiliki danau cantik  di puncak gunung dengan ketinggian 1.690 meter di atas permukaan laut. Dunia sudah tidak asing dengannya. Danau Kelimutu. Danau ini menjadi salah satu 5 Danau Tercantik di Dunia yang menjadi destinasi impian saya untuk mengunjunginya.  “A lake is a landscape’s most beautiful and expressive feature. It is earth’s eye : looking into which the beholder measures the depth of his own nature”, -Henry David Thoreau.

Danau Kelimutu masuk dalam kawasan Taman Nasional Kelimutu, yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Danau Kelimutu terdiri dari tiga buah  kawah dengan warna yang berbeda-beda. Warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan konon memiliki kekuatan alam yang sangat magis. Danau atau Tiwu Kelimutu di bagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna – warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai”merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau “Tiwu Ata Polo” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau “Tiwu Ata Mbupu” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.

Selain keindahan Danau Kelimutu, ingin sekali melihat suguhan pemandangan rumah-rumah adat khususnya di Desa Moni. Sebuah desa yang menjadi gerbang utama menuju Danau Kelimutu. Mempelajari kearifan lokal desa sekitar. Terbersit sebuah keinginan menjadi guest teacher di sana, pastinya menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga.

Kabupaten Ende juga menyimpan keunikan dan keindahan Tenun Ikat-nya. Daerah yang satu ini memang sangat terkenal dengan tenun ikatnya yang khas dan halus. Tenun ikat ini dibuat secara tradisional dan menggunakan pewarna yang masih alami. Ah… satu lagi jejak sejarah yang tidak boleh dilewatkan adalah Rumah Pengasingan presiden pertama negeri ini!

Dari Ende, tempat yang ingin sekali saya kunjungi adalah Desa Adat Suku Bena, Bajawa. Melempar ingatan kepada lembaran-lembaran prasejarah. Konon, ini sebuah kemegahan warisan budaya zaman batu di Flores. Desa ini  berporos pada Gunung Inerie, lokasinya 18 km dari kota Bajawa. Kehidupan di Kampung Bena dipertahankan bersama budaya zaman batu yang tidak banyak berubah sejak 1.200 tahun yang lalu. Di sini ada 9 suku yang menghuni 45 unit rumah, yaitu: suku Dizi, suku Dizi Azi, suku Wahto, suku Deru Lalulewa, suku Deru Solamae, suku Ngada, suku Khopa, dan suku Ago. Pembeda antara satu suku dengan suku lainnya adalah adanya tingkatan sebanyak 9 buah. Setiap satu suku berada dalam satu tingkat ketinggian. Rumah suku Bena sendiri berada di tengah-tengah. Karena suku Bena dianggap suku yang paling tua dan pendiri kampung maka karena itu pula dinamai dengan nama Bena.

Kampung Bena, taken from Wonderful Indonesia

Kampung Bena, taken from Wonderful Indonesia

Dari referensi blog yang saya baca, untuk menuju Ende, Flores – Nusa Tenggara Timur, kita bisa melalui tiga rute penerbangan. Pertama, dari Jakarta menuju Ende. Kedua, dari Jakarta menuju Kupang kemudian dilanjutkan ke Ende. Ketiga, dari Jakarta menuju Denpasar lalu ke Ende. Untuk  tiket pesawat dan hotel, saya tidak perlu khawatir! Now traveling is easy pegipegi.com solusinya. Let’s get lost on Flores!

Dari sebuah perjalanan kita bisa belajar dan bercerita. Ya…, belajar lebih arif memandang hidup dan kehidupan serta bercerita kepada dunia betapa indahnya nusantaraku! #BukanSekedarTraveling

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Pegipegi #BukanSekedarTraveling.

 banner-BLOG-500-22

Advertisements
6 Comments leave one →
  1. February 16, 2015 9:49 AM

    Semoga menang yaaa…

    Like

    • February 16, 2015 11:22 AM

      terima kasih sudah berkunjung Mba… 🙂
      hehe… ini bagian dari resolusi sekaligus ikut meramaikan lomba ;p

      Like

  2. February 17, 2015 1:21 PM

    Hamasah Unnieee….
    Moga impianmu tercapai 🙂

    Like

    • February 17, 2015 2:59 PM

      dulu sebulan sebelum resign, sudah dapat disposisi ke sini…
      tapi setiap pilihan ada konsekuensi…, hiks
      semoga Allah mengizinkan pergi ke sana :D.

      Liked by 1 person

  3. January 26, 2016 10:03 AM

    pengen juga kesini…lagi cari teman…hehe

    Like

    • January 29, 2016 1:47 PM

      ayoo Mbaaa…. kita email-emailan, aku jadi pembaca setia blognya Mba lhooo… hehehe

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: