Skip to content

Breakfast with Wheat Bread… #Let’s be more Wise

February 8, 2015

20150208_134309


Apakah kamu pencinta sandwich berbahan dasar roti tawar? Almost people suka ya. Yup, ini adalah pilihan sarapan yang cepat di pagi hari. Sederhana, bisa dikombinasikan dan ditambahkan dengan apapun. Semakin complex isinya semakin ‘nendang‘ rasanya. Like one unknown quotes “life is like sandwich, the more you add to it, the better it becomes.” Hampir sebulan sekali (disaat  weekend), menu sandwich (yang berbahan dasar tepung terigu ini) menjadi andalan saya untuk keluarga.

Salahkah mengkonsumsi sandwich berbahan dasar roti tawar ini? yuk kita simak lebih jauh, efek samping sering mengkonsumsi roti olahan tepung terigu. Sejauh apa bahayanya sih bagi tubuh?

Dari semua artikel rujukan yang saya baca, mengkonsumsi olahan tepung terigu berlebihan tidak baik untuk kesehatan tubuh. Ini dia beberapa alasan yang membuat (salah satunya roti tawar) ini tidak baik untuk kesehatan tubuh :


Mengandung gluten tinggi

Roti tawar yang berbahan dasar tepung terigu mengandung protein khusus yang sulit dicerna yaitu gluten. Sehingga, berbeda dari serealia (padi-padian lain non-gluten, seperti beras, jagung). Jenis protein ini dapat menimbulkan penyakit seliaka, suatu penyakit yang menyebabkan perut terasa sakit setelah mengonsumsi makanan.

Roti, Mie atau Pasta diproses oleh tubuh kita (dicerna-diserap nutrisinya-dibuang sampahnya ke luar tubuh) dalam tempo 3x siklus metabolisme, artinya 3×24 jam. Padahal, makanan sehat sudah harus meninggalkan tubuh (usus besar) paling lama dalam tempo 24 jam. Akibatnya, sampah gluten yang harusnya dibuang akan diserap berulang-ulang oleh dinding usus. Tumpukan sampah gluten dalam tubuh akan menempel di dinding usus, sehingga menghalangi penyerapan nutrisi. Hasil riset lain menyebutkan gluten berlebihan diduga menjadi salah satu sebab meningkatnya risiko autis/hiperaktif pada anak-anak.

Nah, makanan apa saja yang banyak mengandung gluten? pastinya tepung terigu dan hasil olahannya seperti mie, pasta, roti tawar, roti, biskuit, dan lain-lain. Havermut/oats mengandung sedikit gluten. Roti putih dan roti wholewheat (sering disebut roti gandum) pada dasarnya tidak terlalu berbeda jauh. Perbedannya hanya bahwa roti putih mengalami proses pemucatan (bleaching) dengan zat pemucat sintetis, roti wholewheat tidak. Kandungan serat pada roti wholewheat hanya lebih tinggi 1-3% saja dari roti putih. Jadi, perhatikan merk dan kualitas wholewheat jika anda ingin mengkonsumsinya.


Tidak membuat  kenyang

Serat merupakan unsur penting dalam makanan yang membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh, menyehatkan saluran cerna, dan membuat merasa kenyang lebih lama. Namun tidak seperti roti gandum, roti tawar biasa terbuat dari tepung yang kehilangan sebagian besar seratnya saat diproses. Itulah yang menyebabkan kita tidak merasa kenyang saat makan roti tawar biasa.


Meningkatkan kadar gula darah

Roti tawar terbuat dari biji-bijian yang mudah diserap selama proses pencernaan dalam tubuh. Hal ini cenderung menyebabkan lonjakan gula darah yang tajam. Roti tawar juga tinggi akan indeks glisemik yang membuat  rentan untuk terkena penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, dan obesitas.


Tidak mengandung nutrisi yang cukup

Selama proses produksinya, tepung yang digunakan untuk membuat roti tawar kehilangan vitamin B6, vitamin E, asam folat, seng, dan kromium. Sehingga bisa dikatakan roti tawar biasa tidak mengandung nutrisi yang cukup.

Calcium Propianate dan Potassium Bromate

Calcium Propianate penyebab penyakit ADD (Attention Deficit Disorder) atau ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Penyakit ini membuat seseorang selalu hiper aktif dan tidak bisa ber-konsentrasi. Potassium Bromate menimbulkan sel kanker (carcinogenic). Sebelum tahun 1950, untuk membuat roti perlu waktu sehari, namun saat ini cukup  2 jam dengan diberi bread improver seperti Potassium Bromate. Potassium Bromate berbahaya karena karcinogenik (bisa menimbulkan sel-sel kanker). Sedangkan Calcium Propianate dipakai pada roti supaya roti terlihat putih seperti kapas dan supaya awet tidak tumbuh jamur. Dari beberapa sumber artikel yang saya baca,  banyak produsen roti menaruh Calcium Propionate dalam kadar yang tinggi, supaya roti lebih awet, putih dan tidak mudah berjamur, dan dengan alasan harga, ada juga sebagian dari produsen roti yang memakai Calcium Propionate yang bukan untuk makanan (food-grade). Oleh karena itu perhatikan benar, merk dan kualitas saat anda sesekali ingin mengkonsumsi roti.


Tinggi karbohidrat dan kalori

Para ahli mengatakan bahwa semua makanan yang terbuat dari roti memiliki jumlah karbohidrat dan kalori yang sangat tinggi. Jika terus mengonsumsinya, bisa mengalami over karbohidrat. Hal ini akan menyebabkan kita mengalami kabut otak yang dapat menurunkan fungsi kognitif. Sedangkan over kalori dapat meningkatkan berat badan.


Lalu apakah harus meninggalkan tepung terigu sama sekali? Tentu tidak. Yang ideal adalah kita tidak membiasakan diri, terutama anak-anak, mengonsumsi makanan dengan bahan utama terigu terlalu sering. Roti, mie, pasta, biskuit, dan makanan lain dengan bahan utama terigu. Catatan yang harus digarisbawahi adalah : tidak dikonsumsi berlebihan (sebagai hidangan utama) dan tidak dijadikan menu harian.

Adakah alternatif penggantinya? tentu saja ada. Salah satunya adalah tepung singkong. Saya pernah merasakannya tapi baru beberapa kali. Di pasaran lebih dikenal dengan Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour). Tepung ini memiliki : serat tinggi, kandungan kalsium lebih tinggi (58), dibanding Padi (6) atau Gandum (16), oligasakarida penyebab flatulensi (gas berlebihan) sudah terhidrolis, daya cerna lebih tinggi dibandingkan tapioka gaplek, bisa dikonsumsi oleh anak autis – penderita diabetes – ganguan pencernaan dan alergi karena bebas gluten, kadar lemak rendah, mengandung skopoletin yang dapat menghambat proliferasi sel kanker.

Di beberapa toko kue atau roti, sudah banyak yang mensubtitusi tepung terigu dengan tepung singkong atau kentang. Jadi kita bisa memiliki banyak alternatif. Tidak ada salahnya bertanya dan mencari tahu untuk setiap produk yang kita beli apakah itu gluten free atau bukan. Let’s be more wise for our body, -self reminder, red.

“The food you eat can be either the safest and most powerful form of medicine or the slowest form of poison” -Ann Wigmore. Self reminder. And the last, you don’t have to eat less, you just have to eat right.



Source:
5 Bahaya Roti Tawar untuk Kesehatan Tubuh, Merdeka Online
Bahaya Makan Roti Tawar Putih

Advertisements
3 Comments leave one →
  1. February 10, 2015 6:33 AM

    Wah mbak makasih reviewnya ttg roti ne,,soalnya jujur saya suka bgt makan roti sbg cemilan,,jd tambah ilmu ne buat sdkt mengurangi konsumsi makanan yg bahan bakunya tepung terigu

    Like

    • February 11, 2015 2:13 PM

      Sama-sama Mbak. Sama, saya juga berusaha mengurangi. Baru dapat banyak informasi sejak bergabung dengan komunitas Raw Food dan Indonesia Makan Sayur :p, ternyata banyak pola makan saya yang harus dikoreksi… hehehe

      Like

Trackbacks

  1. Sandwich Tempe Saus Lada Hitam | Life is a Journey

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: