Skip to content

Escape Bromo : Matarmaja

June 9, 2014

You can’t escape from life but you might escape to find something new. Something that makes you realize how to be grateful. Then last week was the best time to made great escape. Langka tuh!. So, where am I going? Just a simply escape, but not as simply as I think. Because there was ‘something’ left behind. Haiiyyah.

Setelah menghadiri pernikahan sahabat saya, jadwal otomatis langsung menuju Stasiun Senen. Meeting point pukul 12.00 WIB dengan tim yang lain, membuat kaki ini harus bergegas dan say good bye dari hidangan-hidangan nan lezat itu. Nasib. Sebenarnya kereta berangkat pukul 13.40 WIB, tapi ada briefing yang harus kami lakukan. Upaya negosiasi keterlambatan sudah diluncurkan, namun tidak berhasil mulus. Ya, ada kemashlahatan orang lain yang perlu dipertimbangkan. Baiklah.

Perjalanan kali ini akan ada tiga tim yang bergabung plus seorang komandan, Mr. Andri Wilaga from Wilaga Adventure. Heeyy, if you wanna have a great escape and a humble trip, you can join with Wilaga Adventure. Trust me!. Iklan nih. Dear Andri Wilaga, sepertinya kita harus membicarakan komisi setelah ini. Hahaha.

Seumur hidup baru kali ini masuk ke Stasiun Senen. Kemana ajee Mba? Yaah, maklumlah biasa main di bandara soalnya kita. Ngapain? parkirin pesawat! whuahaha. Satu kata buat Stasiun Senen : RAMEE. Ya iyalaah. Katanya itu sih masih biasa. Pagimane pas lebaran yaak? *geleng-geleng kepala. Eh, tapi jangan salah, layanan PT. KAI sudah diakui semakin bertambah baik dan tertib. Iklan lagi nih ~hehe.

20140607_225512

This is what I called journey. Melihat dunia dari sisi berbeda, bertemu dengan orang baru. Beragam manusia dengan berbagai karakternya, kemudian berinteraksi. Berpindah dari tempat satu ke tempat yang lain. Terkadang ini lebih berharga dari sebuah destinasi. Belajar dan terus belajar. That’s why we love travel. Setelah menunggu beberapa lama, kereta pun tiba. Mendadak slide berubah, berasa di INDIA pemirsah. Keretanya MIRIP kayak di film-film INDIA. Ekonomi AC Matarmaja, Jakarta – Malang, only IDR 65K. Jangan berekspektasi kayak naik Shinkansen yaak. Ya iyaaalah. Tapi nilai itu worth it kok!.

20140608_003448

Kereta kali ini tidak terlalu padat. Banyak kursi yang kosong. Alhamdulillah, kursi di sebelah saya juga kosong. Lumayan, bisa selonjoran! even tetep aje mati gaya, 17 hours cuy!. Kebetulan kursi di samping senior saya juga kosong. Si Mas-nya pindah ke belakang gabung sama tim-nya, mau naik ke Semeru sepertinya. Thanks ya Mas, bikin ini kaki bebas buat petakilan kemana-mana. Hahaha.

Semua penumpang asyik berbincang-bincang. Tiba-tiba, suasana mendadak ramee, berasa di pasar. Owh, ternyata AC mati pemirsah. Ribut dah pokoknya. Memang sih panas, tapi saya kira memang it should be kalau naik Matarmaja, in case saya sudah menyiapkan mental untuk disauna, kali ajee bisa ngurusin badan, ~hehe. Selama AC mati, geli banget mendengar celotehan mereka. Yaa, emang Indonesia yaak. Unik. Mau tahu apa yang mereka perbuat? dibukalah jendela-jendela tanpa se-idzin petugas. Dan, apa yang terjadi setelah jendela dibuka? kompak ibu-ibu di belakang saya bilang “adeeem, eenaak, silliir”. Senior saya pun berkata : “inilah potret kaum marginal di Indonesia”. Jiaahaha. Ngikik. Eitts, jangan salah, kali ajee ada CEO yang merakyat naik itu kereta, who knows ya! *tssaah. Tidak lama kemudian, sang teknisi datang untuk menutup jendela-jendela yang terbuka, dengan sabar. Wajar, tidak semua penumpang tahu SOP-nya. Sabar ya Pak!. Dan, yeayy! AC pun kembali menyala. Kebayang donk, kalau naik pesawat AC-nya mati, terus jendelanya dibuka. NAH.

20140608_003830
AC done. Lanjut ke toilet. Saya memang senang take picture fasilitas public, include toilet. Buat saya honestly fasilitas ini sudah cukup, hanya kebersihan dan ketersediaan air yang harus dimaksimalkan. Debu di AC dan kaca jendelanya itu lho!. Nah, si toilet ini apalagi. Hadeeh. Sebenernya hanya cukup disemprot dengan tekanan air yang cukup tinggi. Kebayang kan kalau volume air sedikit, pasti tekanannya lemah. Kagak kuat dah nyemprot kotoran, jadilah mereka mengambang dengan suksesnya. Wanginya? Ammbooi! haha. Fiuuh. Padahal kalau setiap dua jam sekali saja, petugas membersihkan toilet, nyaman dah!. Kagak perlu petugas dah, kalau airnya oke, banyak penumpang yang ikhlas membersihkan sendiri sebelum dan sesudah memakai. Kalau fasilitas sudah oke, tapi masih ada penumpang yang jorok, dijitak ajee!

Selama perjalanan, jari jemari saya pun tak lepas memberikan live report kepada Ibu Asdir, meskipun connection jaringan sering lost. Tolong yaaaa bu, ditingkatkan lagi pelayanannya. Only IDR 65K ajee cerewet banget sih Mba! Lho, kepuasan itu sinergis dengan loyalitas customer :p. Salam buat Mr. Jonan ya, ~hehe. Alhamdulillah, saya bersyukur perjalanan Jakarta – Malang ini jauh lebih baik. Karena saat kembali dari Malang – Jakara, nasib kami cukup mengenaskan. Lebay. Whatever it was, enjoy your journey!

to be countinued…

Advertisements
5 Comments leave one →
  1. June 9, 2014 6:36 PM

    Oh gitu ya keretaanyaaa? semakin memantapkan tekad ganti kereta bisnis wkwk…, padahal ngarepnya eksekutif wkwk…, nasib pengangguran nggak banyak pilihan wkwk..

    Like

    • Desi Triyani permalink*
      June 10, 2014 8:28 PM

      worth it kok, saving budget! hanya dibutuhkan sedikit latihan untuk manage ‘ekskresi’… 😀

      Like

  2. tia mutiana permalink
    June 10, 2014 7:28 PM

    nice;-)

    Like

    • Desi Triyani permalink*
      June 10, 2014 10:02 PM

      Fräulein Tia Mutiana : haben sie vielen dank fürs lesen! 😀

      Like

Trackbacks

  1. Escape Bromo : Candi Jago | Enrichment Our Mind

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: