Skip to content

Escape Bromo : Candi Jago

June 9, 2014

Finally we were arrived at Stasiun Malang. Alhamdulillah. After 17 hours mati gaya di Kereta Matarmaja. Kita langsung bergegas menuju parkiran. Again, I’ll say hamdallah. Harusnya kita dijemput pakai Jeep, tapi ini disulap jadi Avansa, Innova dan lupa satu lagi. Masing-masing tim langsung masuk ke mobil. Karena Jeepnya sedang dipakai untuk mengantar tamu turun, jadilah kita safari dari Stasiun Malang – Candi Jago – Coban Pelangi sampai tiba di homestay desa Ngadas pakai tuh mobil. Enak ya! Thanks to Andri Wilaga. Sebelum menuju Candi Jago kita sarapan dulu, tepat di rumah makan (lupa namanya) di depan Pasar Sapi Tumpang.

20140608_062539

Perjalanan ke Candi Jago cukup singkat, karena masih berlokasi di Dusun Jago, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Sekitar 22 km dari Kota Malang. Candi Jago berasal dari kata jajaghu yang artinya keagungan. Konon candi ini didirikan atas perintah raja Kertanagara untuk menghormati ayahandanya, raja Wisnuwardhana, yang mangkat pada tahun 1268. Arsitektur Candi Jago disusun seperti teras punden berundak. Keseluruhannya memiliki panjang 23,71 m, lebar 14 m, dan tinggi 9,97 m. Katanya bangunan Candi Jago sudah tidak utuh lagi, yang tertinggal hanyalah bagian kaki dan sebagian kecil badan candi. Atap dan sebagian badan candi telah terbuka. Belum diketahui secara pasti bentuk atap candi ini, ada dugaan bentuknya menyerupai Meru atau Pagoda. Anda pasti tidak percaya kan kalau saya hafal sejarah candi ini? Hahaha, saya juga boleh searching pas menuju candi ini. Jadi jangan serius-serius bacanya yaak! Okeh, lanjuut.

20140608_062355

Awalnya saya agak kaget. Lokasi candinya bersebelahan dengan rumah penduduk, tepatnya berada di pemukiman penduduk. Lucu juga sih. Perasaan search picture di google, pekarangannya cukup luas. Ternyata saya salah. Waah, emang jago tuh fotografer ambil angle-nya. Lucunya kalau salah sedikit ambil angle, bisa dikira kita foto sama replika candi di halaman rumah orang. Hehe. Kayak saya bagus ajee ambil anglenya :D.

Pada dinding luar kaki candi dipahatkan relief-relief cerita Kresnayana, Parthayana, Arjunawiwaha, Kunjarakharna, Anglingdharma, serta cerita fabel. Untuk mengikuti urutan cerita relief Candi Jago kita berjalan mengelilingi candi searah putaran jarum jam (pradaksiana). Yeaay, saya salah! KEBALIK kemarin.

20140608_061731

Di teras ke tiga terdapat cerita Arjunawiwaha yang meriwayatkan perkawinan Arjuna dengan Dewi Suprabha sebagai hadiah dari Bhatara Guru setelah Arjuna mengalahkan raksasa Niwatakawaca. Nah loh? Susah beneer namanya. Hiasan pada badan Candi Jago tidak sebanyak pada kakinya. Yang terlihat pada badan adalah relief adegan Kalayawana, yang ada hubungannya dengan cerita Kresnayana. Relief ini berkisah tentang peperangan antara raja Kalayawana dengan Kresna. Sedangkan pada bagian atap candi yang dikirakan dulu dibuat dari atap kayu atau ijuk, sekarang sudah tidak ada bekasnya.

20140608_061957

Saya mengambil sudut kanan candi (timur laut) ke arah belakang. SUKSES terbalik yaak. Katanya di bagian ini terdapat rangkaian cerita Buddha yang meriwayatkan Yaksa Kunjarakarna. Ia pergi kepada dewa tertinggi, yaitu Sang Wairocana untuk mempelajari ajaran Buddha. Nah, pada sudut kiri candi (barat laut) terlukis awal cerita binatang yang terdiri dari beberapa panel. Sedangkan pada dinding depan candi terdapat fabel, yaitu kura-kura. Setiap fabel memberikan makna tersendiri. Sayangnya informasi tertulis di dalam Candi Jago minim sekali. Hanya ada di papan informasi, di sudut halaman candi.

Setelah menyelesaikan tugas masing-masing a.k.a foto-foto kami langsung ke mobil masing-masing. Perjalanan lanjut menuju Coban Pelangi. Seneng deh melihat para backpacker yang lagi pada petakilan foto di atas candi, ditambah si langit sudah mulai bening dan membiru. Perfect!

to be countinued …

Advertisements
6 Comments leave one →
  1. June 18, 2014 10:42 AM

    wuihhh jadi pengen jalan-jalan kesini nihhh

    Like

    • Desi Triyani permalink*
      June 18, 2014 11:14 AM

      iya Mb, tapi banyak beberapa patung di lokasi candi yang hilang 😦

      Like

      • June 18, 2014 11:36 AM

        wah,sayang banget ya mbak. semoga pemerintahnya lebih rutin lagi ngerawatnya..

        Like

  2. October 16, 2014 1:51 PM

    Artikel yang Sangat Menarik, dan Informatif,
    Sukses Selalu.

    Butuh Perjalanan MURAH ke Tempat – Tempat WISATA di Kota Malang ?
    Kunjungi kami di Wisnu Transport, http://cartermobilmalang.blogdetik.com/, 0821 41 555 123 (Simpati)

    Like

    • Desi Triyani permalink*
      October 17, 2014 12:17 AM

      Nuhun Wisnu Transpot sudah berkenan membaca. Thanks, infonya bermanfaat sekali. Langsung cek menuju TKP :).

      Like

Trackbacks

  1. Escape Bromo : Matarmaja | My Value Journey

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: