Skip to content

The Smurfs

December 11, 2011

SMURF. Hingga saat ini, buku ceritanya masih tersimpan di rak buku, berdampingan dengan si Donald Bebek. Compang-camping dan warna lembaran kertasnya menyiratkan betapa senja umur buku itu (eh, berarti saya sudah tua ya?). Kartun buat saya, bukanlah sekedar penghibur, namun sarat makna, meskipun sederhana.

Beberapa bulan yang lalu, saya baru tahu jika ada Hari Smurfs, yang diperingati di Brussel, Belgium. THINK. Belgium?! It’s seem strange for me. Ternyata, saya baru tahu, kalau Smurf diciptakan oleh seorang Belgian yang bernama Peyo, nama pena dari Pierre Culliford tahun 1958. Hari lahir Peyo, akhirnya diperingati sebagai Hari Smurf. Lha, saya kira selama ini Smurf itu dari Amerika. Setelah saya menyimak dengan serius berita di salah satu stasiun TV swasta, ternyata hari Smurf juga selalu diperingati oleh banyak negara dan tahun ini rekor baru dicapai oleh Mexico dengan terkumpulnya 4.617 orang peserta dari 12 negara. Oh, jadi begitu ya? Saya pikir, sudah banyak orang yang melupakan si biru imut ini.

Kurang lebih satu bulan lalu, eonni menawarkan saya film The Smurfs (biasa, hasil download-an di officenya ;p). Saya langsung mengcopy, tapi baru ditonton minggu lalu. Untuk yang belum menonton, film ini cukup bagus. This movie is not about amusement only, banyak positive messagesnya. Recommended deh!

Positive Messeges
Smurfs always teach us about cooperation, teamwork, and family togetherness. Saya terkesan dengan sikap bijaksana dan leadership Papa Smurf saat menghadapi ulah para Smurf, serta pengorbanannya saat melawan Gargamel and Azrael (gargamel’s cat), who always trying to capture the Smurfs. Well, Papa Smurf always thinks of his Smurfs first, then himself second. What a great Papa, ya? Apalagi ketika terjadi ‘pembicaraan pria’ antara Papa Smurf dengan Patrrick Winslows di atas loteng with two cups of coffee. Patrick learns a lot how to be a father from Papa Smurf. You’ll falling in love in this scane too. Begitupun dengan Smurf lain, yang juga memiliki karakter masing-masing dan saling mengisi. They are optimistic and sweet. I’m falling in love with smurfs for twice in my life.

Positive Role Models
Grace Winslows. She is very kind and helpful, even though the Smurfs frighten her at first. She knows how to help others and Patrick Winslows also learn a lot from his wife. Then, Clumsy Smurf. Sebelumnya Clumsy adalah smurf yang ceroboh dan pembuat masalah. Ia menjadi under estimate terhadap diri sendiri. Tetapi ketika Papa Smurf ditangkap oleh Gargamel, ada letupan keberanian di dalam diri Clumsy bahwa ia harus menyelamatkan Papa Smurf apapun yang terjadi. Clumsy pun bertransformasi menjadi fearless hero. I called it : tekanan memunculkan potensi seseorang.

Violence
Untuk anak-anak, ada sedikit yang perlu diperhatikan, yaitu ketika Gargamel destroys many of smurf’s homes and winds up driving them off into the enchanted forest atau menyedot Smurfs dengan penyedot debu, juga saat menawan Papa Smurf. It’s might frighten very young children. Oleh karenanya dibutuhkan pendampingan untuk menontonnya. Begitu juga saat Azrael menarik rambut Smurfin, dengan giginya. But, over all there’s no blood or deaths.

So, as usual I’ll give you the link The Smurfs Movie, silahkan diklik. Untuk anda para remaja, orang tua atau siapapun anda yang sedang butuh hiburan, ini recommended. Wa bil khusus para guru, murabbi atau trainer, film ini bisa dijadikan bahan untuk menunjang pemahaman materi, (dengan tema yang sesuai tentunya). Pemilihan scene-nya, ya, terserah anda. Silahkan dicoba!

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: