Skip to content

SEAG 2011 #Rasa Yang Terukir Jelas

December 11, 2011

Sea Games 2011 di Palembang, telah berakhir dua minggu yang lalu. Semua tentu tidak berhenti sampai di sini. Ada kaki yang harus terus melangkah. Ada semangat yang harus terus berkobar. Ada impian yang harus terus diraih. Ada karya yang harus selalu ditorehkan. Untuk kejayaan negeri yang bernama Indonesia.

Berbicara tentang Sea Games 2011, ada rasa yang terukir jelas darinya. Rasa bangga terhadap atlet kita, itu jelas. Semoga mereka mendapat reward yang layak, atas nama dedikasi dan totalitas terhadap bangsa. Begitupun segenap pihak yang telah menyukseskan acara tersebut.

Rasanya hati ini bergetar dahsyat, saat melihat dan mendengar lantunan orkestra acara opening dan closing ceremony Sea Games 2011, meskipun hanya melalui program behind the sceen Sea Games 2011 yang ditanyangkan di Kompas TV. Ini luar biasa, untuk sebuah perhelatan akbar di Asia Tenggara. Belakangan, saya baru tahu kalau ternyata KG-Production adalah official yang bertanggung jawab untuk opening and closing Sea Games 2011, dengan Indra Yudhistira yang bertindak sebagai chief director.

Awalnya saya berpikir, ini murni karya anak bangsa? Takjub sekaligus penasaran. Saya pun, menyimak program itu dengan baik. Oh, ternyata KG-Production menggandeng para profesional kelas dunia. Seperti kemilau spektakuler cahaya kembang api yang langsung ditata apik oleh Phil Grucci. Grucci adalah perusahaan kembang api terbaik di dunia, yang mendesain kembang api untuk Olimpiade Beijing. Kanvas elektrik, teknologi multi media yang memungkinkan mengubah lapangan sepak bola menjadi layar raksasa yang menerima proyeksi gambar dan grafis dari 32 proyektor digital yang didatangkan langsung dari Sydney Australia. Serta musik yang di arrange oleh Erwin Gutawa, proyek ini dikerjakan di London, bekerja sama dengan London Symphonic Orhestra, orchestra besar dan sangat terkenal di Inggris Raya. Ditambah 600 penari yang telah digembleng oleh koreografer senior Sentot Sahid. Agar pengemasan di layar kaca pemirsa tetap menarik, 18 kamera dan 1 kamera spidercam yang didatangkan dari Jerman. Hasilnya, menjadi sajian yang megah dan sangat memukau.

Meskipun menggandeng profesional kelas dunia, tapi semua tak lepas dari tangan dingin orang-orang terbaik negeri ini. Luar biasa. Acara ini pun disiarkan oleh 30 stasiun TV di 11 Negara Asia Tenggara. Saya kembali melihatnya di sini Opening Ceremony Sea Games 2011. Menakjubkan.

Honestly, saya bukanlah orang yang concern dengan dunia olah raga. Pertandingan yang sangat familiar dan paling mentok adalah Bulu Tangkis. Namun, kali ini berbeda, saat saya tidak sengaja melihat pertandingan Cabang Wushu di sebuah program acara Liputan SEAG 2011. Adalah Mba Susyana Tjhan dan Ivana Adelia Irmanto yang membuat saya terpana dan berdecak kagum. Ini adalah foto, yang saya ambil dari sumber vivanews.com dan media berita online lainnya :


Betapa bangganya Indonesia memiliki atlet-atlet wushu yang handal. Luar biasa ya. Mereka mengingatkan saya kepada Michelle Yeoh yang berperan sebagai Yu Shu Lien dalam film Crouching Tiger Hidden Dragon. Pada saat itu juga, saya benar-benar jatuh cinta dengan mereka berdua.

And the last, clearly defined. Ya, seseorang yang membuat saya tersenyum, dengan senyumannya. Bahkan menyukainya, jauh sebelum saya mengenalnya. HAHA. 네, 그 사람이…, 김종혁씨. Well, I’ve never ever seen any referee who smiles a lot as him. Beliau membuat saya tersadar, kalau ternyata ada cabang Sepak Bola di Sea Games, haha. Bercanda. Entahlah, saya menyukai gaya dan caranya memimpin pertandingan malam itu (Thailand VS Indonesia), NO MORE. Belakangan, saya baru tahu kalau beliau adalah salah satu wasit muda FIFA dari Korea Selatan (feeling saya tepat ya!) dan menjadi trending topic di twitter, saat dan setelah pertandingan itu berlangsung, bahkan setelah beliau pulang ke Korea. Selanjutnya saya pun, kembali melihatnya dengan jelas di pertandingan Indonesia VS Vietnam.

Membaca ’status-status galau’(ini bahasa sahabat saya) para wanita muda di twitter cukup membuat saya tersenyum geli. Lucu dan konyol. Bagi saya sih, ke-profesional-an beliau meleading permainan di lapangan sudah CUKUP, tidak LEBIH! (baca : SUDAH CUKUP membuat MELTED!). HAHA. Ketika final Indonesia VS Malaysia, beliau tidak ’berdinas’ sebagai wasit, tapi sebagai 4th official atau timer. Heyy, ini pertama kali saya melihat seorang yang bertugas sebagai timer, berdiri di pinggir lapangan dekat garis, matanya menatap jalannya pertandingan dengan kedua tangan di lipat di dada, layaknya seorang coach ‘hampir’ di sepanjang permainan. Whaattt a…! Ah, entahlah. Saya suka caranya menatap jalannya pertandingan. Semoga itu bukan halusinasi saya. HAHA.

Honestly, bukan hanya beliau saja yang saya kagumi, ada juga wasit dari Jepang yang bernama Toju Minoru (meskipun saat meleading final, ada sedikit yang terlewat olehnya) atau salah seorang wasit di World Cup kemarin, tapi saya lupa namanya. Hanya saja, beliau memiliki gaya tersendiri. Entahlah.

Kenapa wasit? Menurut saya, karakter wasit dalam sebuah pertandingan Sepak Bola akan memberikan RUH tersendiri. Bukan tidak memperhatikan strategi para pemain, tetapi justru karena banyaknya ’strategi’, dibutuhkan seorang wasit yang tenang, tegas, bijaksana dan komunikatif (meskipun hanya dengan bahasa tubuh, soalnya nggak ngerti bahasa lain, hehe). One more inside…, SINCERITY. Ya, sincerity as referee. Jiwanya menyatu di dalam permainan itu. Dan, saya menemukannya. Di sini. Di Sea Games 2011. HAHA. Well, SUDAH CUKUP. Saya tidak akan memperpanjang lagi untuk bahasan ini. HEHE. Khawatir semakin tendensius. Artikel NGACO nih. Hehe.

Well, that’s my story. Ada rasa yang terukir jelas dari perhelatan olah raga akbar se Asia Tenggara ini. Tapi…, masih ada satu rasa yang tertinggal. Rasa KEPERCAYAAN. Kepercayaan terhadap proses penegakan hukum di negeri ini terhadap banyak kasus yang mewarnai pelaksanaan Sea Games 2011 ataupun kasus-kasus penyimpangan dana rakyat lainnya.

Semoga rasa itu, suatu saat bisa terukir indah di hati saya.

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: