Skip to content

Rahasia Kaum Falasha #Perburuan Filolog Muslim Indonesia di Bawah Bayang-Bayang Zionis.

August 19, 2011

Ini adalah salah satu buku yang tak kunjung terealisasi untuk saya review, padahal sudah setahun lalu membacanya. Data sejarah masa lalu yang menarik untuk diangkat menjadi novel fiksi petualangan. Sang penulis melakukan riset selama 3 tahun lebih, untuk cerita ini. Luar biasa!. Patut diberikan apresiasi. Kini, banyak bermunculan pengungkapan fakta-fakta sejarah dikemas melalui sebuah novel fiksi petualangan. Memperkaya khasanah sastra. Tidak sedikit, orang yang kurang suka membaca buku sejarah, namun ini bisa dijadikan sebagai pilihan alternatif yang menarik. Menghibur sekaligus menyerap informasi sejarah melalui sebuah novel fiksi petualangan.

Kaum Falasha adalah Kaum Yahudi Ethiopia. Mereka menyebut diri mereka sendiri sebagai Kaum Beta Israel. Orang Beta Israel ini menyakini bahwa mereka adalah keturunan Menelik, putra Raja Sulaiman dan Ratu Saba. Pada tahun 1984 dan 1991, saat kelaparan dan perang saudara yang melanda Etiophia, pemerintah Isreal bersikeras memindahkan kaum Yahudi Ethiopia, ke Israel. Mereka melakukan dua operasi yang mereka namakan Operasi Moses dan Operasi Solomon.

Cerita ini bermula dari seorang Mahasiswa Indonesia -Heri-, yang sedang melakukan penelitian untuk meraih gelar doctornya dibidang Linguistik dengan spesialisasi ilmu Filologi -ilmu yang mempelajari bahasa, kebudayaan, pranata dan sejarah suatu bangsa berdasarkan bahan-bahan peninggalan tertulis- di Monash University, Australia. Heri ditemukan meninggal di Addis Ababa -ibukota Ethiopia, sebuah negeri timur di timur laut benua Afrika-. Sesaat sebelum meninggal, ternyata Heri memberikan sebuah benda segitiga sama sisi berundak berwarna kekuningan kepada Assistennya yang bernama Indra. Polisi menduga kuat, pelaku pembunuh Heri adalah Indra, sang asisten. Benarkah?

Esa -MAHESWARA WIRADIKA-, 24 tahun. Sahabat sejati Heri, salah satu doktor termuda Indonesia di bidang sastra, (geli banget saya bacanya, tendensius nih penulisnya) , yang memiliki kecerdasan superior sehingga mampu menyelesaikan program masternya 2 tahun dan doktornya 1,5 tahun di Harvard University, AS (hampir keselek saya bacanya, haha), tiba-tiba mendapat kiriman paket kecil sebuah benda segitiga sama sisi berundak berwarna kekuningan dengan nama Indra sebagai pengirimnya.

Cukup bisa terbaca alurnya. Esa dan Indra. Mereka adalah dua aktor intelektual penting yang akan berperan mengungkap manuskrip kuno dari eithiopia (penelitian disertasi Heri) yang mengungkap tentang keberadaan Tabut Perjanjian Israel yang telah hilang sekian lama juga keberadaan harta simpanan Raja Sulaiman, dengan bantuan orang yang mengaku Beta Israel asli. Oh iya, adalagi tokoh utama wanitanya bernama Nisa. Bisa menebak ceritanya kan?

Novel fiksi bisa menjadi representasi cita-cita, idelisme atau obsesi si penulis. Tapi bagaimanapun dia tetap fiksi. Kerangka dasar ceritanya CERDAS. Tapi sungguh sangat disayangkan, slide-slide romansa yang seharusnya tidak perlu ditampilkan, justru memberi kesan berlebihan. Sukses membuat dahi saya bekerut. Asa bingung, ini novel fiksi petualangan apa percintaan? jadi LEMAH dan TUMPUL!

Alur ketegangan ceritanya, kurang memacu adrenalin. Kalau melibatkan jaringan zionis internasional, seharusnya ending ceritanya lebih TRAGIS, he. Anti klimaksnya datar jadi agak konyol. Saya yakin, penulisnya mampu membuat eksekusi yang jauh lebih tajam. Ada banyak slide cerita, dimana anda akan dibuat senyum dengan terpaksa, he. Tapi ini tetap sebuah prestasi dan patut diberikan apresiasi (daripada digebukin sama penulisnya :D).

By the way, ada hal yang membuat saya bertanya-tanya. Apakah pesawat yang tidak memiliki izin terbang, bisa dengan bebasnya melayang dari Australia ke Maladewa, lalu membelah Samudra Hindia menuju pantai barat Afrika? apa iya tidak terdeteksi oleh radar? tidak adakah sanksi atau pelanggaran memasuki wilayah ruang udara negara lain?. Menurut artikel yang saya baca sekilas di Flight Communication. Pesawat terbang asing yang memasuki wilayah udara nasional tanpa ijin disebut sebagai pelanggaran wilayah udara. Apa pesawat yang ditumpangi Esa dan teman-temannya itu terbang di ruang udara bebas? sehingga tidak ada sanksi. Perlu rasionalisasi. Sepertinya saya harus baca Ilmu tentang lalu lintas penerbangan dan kedaulatan udara.

Untuk tsaqofah, novel ini cakap. Saya berharap di novel kedua dan ketiga, penulis bisa lebih cantik membangun alur ketegangan cerita dan mengeksekusinya dengan tajam.


Notes.
Syukron jazakilllah khairan jaza untuk Mba Widy dan Mba Yudha yang berkenan meminjamkan saya buku ini. Lumayan ampuh sebagai obat pelipur kemacetan sepanjang Pancoran-Lenteng Agung.

Advertisements
2 Comments leave one →
  1. December 30, 2011 1:15 PM

    no koment

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: