Skip to content

Bingkisan Idul Fitri #Belanja Hemat Lirik Paket Discount/Promo Dengan Cermat

August 19, 2011

Teman berkomentar, kenapa akhir-akhir ini jadi suka posting ‘masakan gagal’? -haha-. Itu bukan ‘masakan gagal’ tapi ‘hampir gagal’ +_+’. Saya jawab, sedang mengasah kemampuan menulis melalui memasak (apa hubungannya?). Tepatnya, memang itu yang sedang memenuhi otak saya. Ramadhan memang mampu ‘meluluhkan dan menggerakan hati’ para wanita yang ‘males’ masak untuk terjun ke dapur. Mau tidak mau, suka tidak suka. Setidaknya dalam 29 hari pasti memikirkan menu hidangan sahur dan berbuka yang mau di buat sendiri, iya kan? Ini sih mutlak teori saya. Itulah berkah ramadhan dan Allah menggerakan hati siapapun yang Ia kehendaki. Tapi kali ini saya tidak posting masakan lagi, kasihan yang baca, bukannya terinspirasi malah jadi mual :D.

Sabtu, tepatnya minggu lalu. Eonni, Bapak dan saya pergi ke sebuah Hypermarket di Jl. Raya Bogor Cimanggis-Depok. Berniat membeli bingkisan sederhana Idul Fitri. Berharap, pengalaman kami menjadi tips bermanfaat untuk anda, tapi biasanya ibu-ibu jauh lebih expert!. Menjelang siang, matahari benar-benar terik. Ini yang membuat kami (baca : saya & eonni) terkadang malas berpergian keluar -hehe-. Awalnya, mau langsung belanja ke agen terdekat, tapi ada beberapa alasan yang akhirnya kita putuskan untuk ke hypermarket.

Pertama, bingkisan atau paket ini, dibuat tidak sampai berpuluh-puluh jumlahnya.
Kedua, berharap harga Hypermarket bisa lebih bersaing dengan agen (baca : lebih murah), kata Ibu (bersumber : pemilik agen) biasanya menjelang idul Fitri seperti ini, untuk produk-produk seperti : Kue Kaleng, Sirup dan lain-lain (produk yang biasa menjadi bingkisan menjelang dan saat Idul Fitri) bisa didapat lebih murah di hypermarket, karena produsen biasanya memberi diskon lebih besar ke hypermarket dari pada agen. Ini namanya monopoli ya? Tapi untuk sembako kurang lebih masih sama, beda tipis harganya (nggak mau rugi!).
Ketiga, lebih banyak pilihan atau alternatif jika yang diharapkan tidak sesuai budget atau habis.
Keempat, nggak pakai panas (payah ya!) dan emang mau sekalian sightseeing :p. Siapa tahu ketemu orang korea lagi belanja (lho?).

Daftar belanja beserta budget anggaran sudah di tangan. Selalu. Kalkukator HP tidak berhenti menyala. Setiap item dipilih 2-3 produk dengan merek yang berbeda, kalau perlu ambil yang paket promo. Compare. Kualitas, Harga dan Isi. Hahaha. Biasanya ada beberapa paket promo atau discount yang menguntungkan. Lihat dan perhatikan benar-benar. Jika nilai manfaat meningkat, harga tidak jauh berbeda dengan non promo, kualitas atau rasa sama (kurang sedikit tidak masalah, asal tidak dzalim memilih produk, hehe), maka itu bisa jadi pilihan terbaik. Tapi hati-hati terhadap IKLAN PROMO/STRATEGI MARKETING. Terkadang ada yang merugikan. Minsaknya membeli 1 produk gratis 1, tapi ternyata barangnya mendekati tanggal kadarluarsa yang jauh dari tanggal produksi, meskipun kemasan masih sangat baik, tapi tetap barang lama. Biasanya pada makanan atau minuman. Ada lagi yang harga dinaikan dulu sebelumnya, lalu di discount. Yah, namanya juga strategi. Nah, jadi memang harus tahu harga pasarannya dulu ya.

Kurang lebih tiga jam kami berputar-putar. Si Bapak masih asyik mengcompare barang dagangan toko sama hypermarket. Sesekali telepon Ibu, membandingkan harga barang yang mau kita beli sama di toko, soalnya Bapak kebanyakan lupa :p. Bener-benar tidak mau RUGI!.

Banyak orang yang sudah mulai membuat bingkisan. Wah, kira-kira omset sehari hypermarket ini berapa ya? apalagi menjelang Ramadhan, Idul Fitri atau hari besar lainnya? modal bikin hypermarket ini berapa ya kira-kira? +_+”.

Suasananya belum begitu ramai, salah satu keuntungan belanja jauh dari hari H. Setelah dikalkulasi, berhasil menghemat 20 – 23 % dari budget eonni. Lumayan kan, saving budget dan bisa dialokasikan ke anggaran lain. Si eonni cuma geleng-geleng ngeliat 2,5 jam, saya milih-milih produk. Biarpun sampai sekarang masih nyesel ambil jurusan accounting, tapi jangan biarkan saya tidak berguna menerapkan ilmunya. Hehe.

Ini contohnya, tapi bukan iklan produk ya. Dan…, tidak ada satupun barang yang lepas dari discount atau promo yang saya ambil. Hahaha. Ternyata bukan saya saja penggemar promo & discount yang masih juga hitung-hitungan pakai kalkulator, ada juga beberapa ibu-ibu kok :D. Saya tidak sendiri. Kalau budget masih bisa ditekan dengan kualitas barang yang sama, kenapa tidak diusahakan? Pastinya semua butuh pengorbanan, waktu juga tenaga. Saya tidak bilang hasilnya maksimal, tapi bisa mendekati maksimal itu sudah prestasi. Menjadi konsumen cerdas adalah pilihan, tapi menghemat anggaran belanja adalah kewajiban! Hahaha.

Tak pernah lelah berdecak kagum kepada ibu-ibu cerdas selaku menager keuangan dengan ketsiqohan sang suami cakap mengelola RAB (Rencana Anggaran Biaya) rumah tangganya. Hebat!

Dari sebuah acara talk show di stasiun TV, seorang konsultan keuangan memberikan tips : membuat bingkisan di hari raya tidak berarti harus mewah dan ‘menyengsarakan’ kita, optimalkan nilai manfaat, sesuaikan dengan budget yang ada dengan bijak. Jika budget terbatas, pilihlah orang-orang tertentu yang lebih prioritas, jika berlebih maka berbagilah! Semoga bermanfaat dan menjadi berkah.


Note.
Eonni : Panggilan kakak perempuan di Korea.

Advertisements
%d bloggers like this: