Skip to content

Cookies Kacang #Warming Up = Gosong!

August 16, 2011

Satu-satunya alasan saya membuat cookies sederhana ini adalah sisa kacang tanah yang dibawa pa’de sewaktu pernikahan kakak pertama saya. Lumayan untuk dimanfaatkan dan bisa dijadikan hantaran menjelang ‘Idul Fitri (baca : saving budget). Kami belum pernah membuat kue ini sebelumnya, karena orang di rumah tidak terlalu suka kacang. Artinya, ini bisa dibilang pemanasan dan kebetulan belum pernah ada di daftar pesanan Syahira Cakes and Cookies (chefnya nggak ada yang suka). Berharap jika berhasil, bisa masuk dapur uji kelayakan Syahira Cakes and Cookies.

Tapi harapan hanya tinggal harapan. Gagal. Kecewa?! Tidak. Lebih tepatnya : bete. Rasanya lebih bete dari gagal masuk ke KEMENKEU. Hahaha (lho?). Kalau bikin kue tidak sesuai harapan ternyata memang bete. Pertama, sayang bahannya. Kedua, proses panjang representasi ujian kesabaran. No hard feeling kata eonni. Iya sih. Untuk menemukan resep andalan itu perlu berkali-kali mencoba dan terus mencoba. Usaha maksimal akan berbanding lurus dengan hasil. Sama halnya dengan menulis. Susahnya jadi professional :(.

Setelah saya searching resepnya di google dan dapatlah resep dasarnya :

Bahan-bahan:
250 gram kacang tanah sangrai, kupas kulitnya
400 gram terigu
200 gram minyak goreng
200 gram gula halus
1 sdt garam
2 kuning telur + 1 sdm mentega untuk polesan

Cara membuatnya:
Pertama, sangrai kacang hingga matang, kupas kulit arinya hingga bersih. Tumbuk atau blender kacang hingga halus. Kedua, campur tepung terigu, gula halus, garam,kacang tanah sangrai halus,dan terakhir masukkan minyak goreng aduk dengan spatula hingga tercampur rata. Ketiga, simpan adonan didalam kulkas selama kurang lebih 1 jam , tutup dengan plastik. Keempat, setelah 1 jam, diamkan sebentar dalam suhu ruang, adonan siap untuk dicetak. Kelima, taruh kue diatas loyang yang telah dipoles margarin, poles bagian atas kue dengan campuran kuning telur dan mentega. Panggang dalam suhu 170 derajat celcius selama 25 menit hingga matang.

Nah, itu resepnya. Untuk sangrai dan mengupas kulit kacangnya butuh waktu berjam-jam. Kalau mau menghemat waktu, beli yang sudah dikupas saja ya. Kali ini saya menghancurkan kacangnya dengan menumbuk, soalnya blender bijinya rusak. Lengkap sudah penderitaan hari itu. Bahan dan pembuatan kurang lebih sama, saya hanya menambahkan vanili, susu dan memakai terigunya ‘kunci biru’. Untuk olesan pakai kuning telur, susu cair dan sedikit pewarna makanan (pewarna yang berkualitas dan aman). Tapi hasil BERMASALAH. Si kue cepat sekali gosong, kalau kata orang jawa : brangas. Hikss. Selain saya bermasalah dalam menentukan tingkat kematangan, saya juga tidak pernah akur sama oven itu, hasil matangnya tidak merata meskipun apinya sudah stabil (padahal si eonni sih so far so good saja pakai itu oven, emang saya yang suka mencari kambing hitam), ternyata si adonan juga terlalu manis banget (karena jenis kacangnya manis). Kayaknya, harus diutak-utik lagi resep sama ovennya.

Nah, ini gambar yang hasil panggangannya lumayan bagus. Hehehe. Baking kali ini, dibilang gagal benget sih tidak juga. Secara general resepnya sudah pas, nyatanya banyak yang berhasil. Tapi saya-nya yang belum klik untuk mendapat hasil panggangan yang sempurna. Butuh banyak proses warming-up, biar kestimulasi instingnya. Fiuuhh, di cookies kelas dasar saja, feeling, passion, skill dan kesabaran saya perlu terus di asah. Oke! Kerja-Kerja-Kerja dan Kerja!. Buat beli oven listrik sama kitchenware yang lengkap. Lho, apa hubungannya? Haha.

Advertisements

Comments are closed.

%d bloggers like this: