Skip to content

Akar Kelapa #Hantaran Idul Fitri + Peluang Usaha

August 14, 2011

Pernah mendengar Kue Akar Kelapa? Mungkin kalau orang Betawi sering ya. Kue ini baru akrab di telinga saya kurang lebih setahun yang lalu. Dan makin akrab, ketika Bu RW (ini ibu saya ya, hi) sering memesan ke Bu RT untuk stock jualan di Toko. Lama-lama Ibu saya tertarik mau membuat sendiri (lebih tepatnya menyuruh anaknya). Dapatlah resep general yang diberikan langsung oleh Bu RT.

Awalnya agak bete, disuruh bikin kue ini. Pertama, pasti saya yang kena. Kedua, belum pernah bikin dan belum sempat searching di google untuk detail pembuatannya. Ketiga, dikejar-kejar terus sama Ibu : “kapan mau bikinnya?”. Akhirnya, saya dan sepupu enentukan hari. Yup, orang yang sama, yang telah mengasistensi saya untuk membuat ‘Kolak Biji Salak’. Namanya Mba Tuti. Mba Tuti juga baru sekali membuat Akar Kelapa dengan resep yang jauh berbeda dengan ini.

Ibu saya minta untuk membuat satu resep saja. Semua bahan-bahannya sudah disiapkan. Okelah. Saya dan sepupu pun membuka bahan-bahannya. CEGLEEKK. Bengong. Satu resep, tepung ketannya 2 Kg?? bikin segini banyaknya? selesai jam berapa?!. Take a deep breathe. Hhhmmm, that’s my mother.

Ternyata, satu resepnya Bu RT itu untuk 2 kg tepung ketan :(. Nah, berikut resepnya :
2 kg tepung ketan (4 buah x @ 500 gram)
1/2 kg telur atau 8 buah (saya pakai sekitar 6-7, mengingat kolesterol Bapak)
500 – 600 gr gula pasir atau gula halus (saya pakai 400 gram pasir dan 125 gr gula halus)
2 bungkus vanili (saya tambahkan, karena suka aromanya)
250 gr margarine (saya reduce sedikit)
1 butir kelapa (ambil santan kentalnya sebanyak 4 gelas)
1/2 liter minyak goreng

Pertama. Kocok dengan mixer telur, gula, margarine dan vanili menjadi satu. Kedua, jika tepungnya mau diayak terlebih dahulu jauh lebih baik (kalau saya langsung dimasukin :p). Ketiga, masukan tepung ke campuran bahan yang telah dikocok sambil dituangi santan sedikit demi sedikit, sampai adonannya kalis, pakai spatula jauh lebih baik. Ini gambarnya, sebelumnya menggunung, karena sisanya sudah digoreng.

Sebelum naik cetak lalu digoreng, terjadi kerisuhan di dapur. Kami mencari-cari sang cetakan ke setiap sudut lemari peralatan dapur. But, NONE!! Emang nggak punya. Tapi si Ibu bilang punya! 26 tahun tinggal dirumah ini, belum pernah saya menyaksikan aksi si cetakan itu sekalipun. NGALAH. Saya coba pakai cetakan semprit. Eh, si Bapak malah ketawa sambil bilang : “itu mah jadinya semprit goreng, bukan akar kelapa!”. Haduuuhh. THINK MORE HARD!. Suddenly, teringat Mba Ning. Tetangga yang terkenal pakar dengan Akar Kelapanya. Sepupu saya langsung lari ke rumahnya. Alhamdulillah…, kami berhasil menculiknya berikut cetakan-cetakannya, pas banget! soalnya si Mba sudah mau pergi, telat dikit urusan bisa berabe. Semprit Goreng akan menjadi kenyataan. Ini masalah Harga diri. Haha.

Well, tetangga saya bengong menatap adonan yang terbujur kaku (akibat dicuekin nyari cetakan), “Waaduhhhh, bikin 2 Kg Mba? Mau dagang?” sambil tertawa dengan penuh BAHAGIA akan PENDERITAAN yang akan segera kami rasakan. Hikss, -_-“. Ibuku oh ibuku…

Setelah sedikit diberi asistensi, ini dia cetakannya :

Bentuknya seperti tabung, dibawahya di bolongi bentuk bintang dan kayu yang akan mendorong adonan. Keempat, sebelum anda memasukkan adonan ke cetakan, panaskan minyak goreng di wajan yang berukuran sedang. Jika minyak sudah panas, kecilkan api supaya akar kelapa matang dengan sempurna. Arahkan cetakan langsung ke wajan, lalu dorong. Bentuk melingkar atau bentuk sesuai selera. Mba tuti memegang peranan penting di sini. He.

Kelima, jika warnaya sudah kuning keemasan, angkat lalu tiriskan. Jangan sampai terlalu cokelat, karena Akar Kelapa ini berbahan dasar tepung ketan, dia akan matang dan mengeras di luar. Ini bentuk melingkarnya :

Ini gambar setelah dipatahkan karena mau dimasukkan ke toples, mirip akar ya (namanya juga Akar Kelapa -_-“)

Bagian yang terberat adalah ketika mendorong/mecetak adonan di atas wajan, butuh tenaga yang tidak sembarang. Saking pegelnya, kita sampai ‘nangkring’ di samping kompor. Hehehe. Tapi jangan dibayangin ya, masih sesuai dengan tata krama, insya Allah :). Resep ini bisa dimodifikasi sesuai selera. Alhamdulillah rasanya enak! NARSIS. Tidak terlalu empuk, tidak terlalu keras dan manisnya pas. Itu memang yang mau saya dapatkan. Dua toples ludes sudah!.

Rekomendasi yang bagus untuk hantaran Idul Fitri atau mungkin peluang usaha. Modal yang saya kalkulasi kurang lebih Rp 50.000,-. 2 Kg Resep di atas menghasilkan 5-6 Kg Kue Akar Kelapa jadi. Di pasaran harga jualnya Rp 35.000,- s.d 40.000,- per Kg dengan rasa yang kurang lebih sama, jika anda bisa memodifikasi resep menjadi lebih enak (example : menambahkan wijen, keju atau menambahkan susu disesuaikan dengan santan) anda bisa menjual dengan kualitas rasa dan harga yang lebih kompetitif. Sajikan di toples kaca, ‘dia’ akan terlihat lebih cantik. Selamat mencoba.


Notes.
Mohon maaf yang sebesar-besarnya, kalau fotonya kurang bagus :p.

Advertisements

Comments are closed.

%d bloggers like this: