Skip to content

Bait-Bait Suci Gunung Rinjani

February 20, 2011




















Satu hal yang membuat saya kagum membaca novel ini adalah latar belakang Sang Penulis. Beliau lulusan Sekolah Dasar. Lahir dari keluarga yang kurang mampu dengan mimpi yang besar. Membuka mata yang pesimis. Membuktikan kepada dunia bahwa pengamen pun bisa berkarya. Membuat saya mengevaluasi diri. Astagfirullah. What i’ve done so far? -_-“.

Setting Gunung Rinjani dan harapan Sang Penulis yang dirangkai kata demi kata mengalir dan tertambat kuat dalam novel ini. Pengalaman hidup berbicara dan aroma melankholis yang kuat. Meskipun alur ceritanya umum tapi sarat pesan-pesan da’wah. Anda pasti akan merasakan setelah membacanya. Saya hanya berpikir…, apabila ini buku pertama maka selanjutnya tidak diragukan lagi karya-karya beliau akan jauh lebih tajam.

Analisa saya, biasanya tulisan pertama seorang penulis itu tidak bisa lepas dari dirinya, latar belakang, cita-cita, harapan, impian dan idealisme. Bagaimana menurut anda? Karena saya pun merasakannya. Ketika kita mampu menulisakannya saya berpikir itu prestasi, karena sejatinya kita menemukan siapa diri kita sebenarnya. Lambat laun, mampu keluar dari diri kita, mengasah diri, menangkap sinyal sisi lain kehidupan dan betapa luasnya ilmu Allah. Menulis dan terus menulis hal-hal baik, menoreh karya…, anda akan melihat begitu tajamnya pena anda! Hahaha. Sok tahu.

That’s why I choose this way. Ketika dihadapkan oleh dua pilihan : cooking/baking dan menulis. Tentu saya lebih memilih yang hanya berbekal kertas dan pensil, murah meriah! Tanpa modal. Hahaha. Ngaco.

Ini bisa menjadi pilihan untuk menambah referensi anda. Semoga bermanfaat!


Penguhujung 2010
Hatur nuhun untuk kesekian kalinya kepada Mba Retno yang berkenan meminjamkan buku ini. Menginap berbulan-bulan di meja belajar saya dengan berhias debu *sambil bersihin* dan sekarang akan saya kembalikan. Punten pisan ya.

Advertisements

Comments are closed.

%d bloggers like this: