Skip to content

The Blind Side…

October 1, 2010
















“Courage is the hard thing to figure. You can have courage based on a dumb idea or mistake, but you are not supposed to question adults, or your coach, or your teacher because they makes the rules, maybe they know best, may be they don’t. It is all depend on who you are, where you come from. Didn’t at least one of six hundred guys think about giving up and joining with the other side? I mean Valley of death that’s pretty salty stuff. That’s why courage it’s tricky”.

“Should you always do what others tell you to do? Sometimes you might not even know why you are doing something. I mean any fool can have courage. But honor that’s the real reason you either do something or you don’t . It’s who you are and maybe who you want to be. If you die trying for something important then you have honor and courage…” . (This is an essay written by Michael Oher and got C+ from his teacher. Really touching ya…, red)

Film ini diangkat dari buku The Blind Side: Evolution of a Game karya Michael Lewis, kisah nyata seorang pemain American Football bernama Michael Oher. Cerita yang sangat menarik. Film ini tidak hanya menjadi film terlaris Sandra Bullock melewati The Proposal (film yang cukup menarik juga… :D, red) tetapi juga menjadi salah satu nominasi film terbaik Academy Awards tahun ini dan mengantar Sandra Bullock mendapatkan penghargaan sebagai artis terbaik. Tetapi bukan itu yang akan saya bahas di sini.

Berawal dari Michael Oher seorang keturunan African American, miskin dan gendut berbadan besar, selalu diam tanpa bikin banyak ulah. Big Mike adalah anak jalanan yang dibuang dari satu keluarga ke keluarga lainnya…, you’ll fall in love with him right away. Karena badannya yang besar, gendut dan terkesan terbelakang, banyak yang menganggap kalau dia bodoh. Suatu hari, karena bantuan dari orang tua temannya, Michael berhasil masuk ke dalam sekolah Kristen. Di sana Mike langsung menjadi sorot perhatian karena sangat sedikit orang berkulit hitam belajar di tempat itu, ya film ini mengangkat isu rasisme yang cukup kental di Amerika. Keberadaan Mike kemudian menarik perhatian seorang ibu bernama Leigh Anne Tuohy dan anak lelakinya pun sudah berteman dengan Mike. Well, her character really impressed me! dan Bullock-pun sempurna sebagai seorang Leigh Anne yang tegas tetapi juga keibuan. Bahkan dengan caranya sendiri, Leigh Anne mampu memasuki kehidupan seorang Mike…, dengan seluruh trauma masa lalunya dan perlahan demi perlahan Mike pun bangkit hingga menjadi American Football Player (as he wrote “honor that’s the real reason you either do something or you don’t”, red). Bagi Leigh Anne keputusan mengadopsi Mike bukan tanpa konflik, of course there are a lot of conflicts, baik dengan Mike maupun memberikan pemahaman kepada suami dan anak-anaknya. Really not easy being a wise mother…, isn’t it? how she could communicate with her husband, daugther, little boy and big mike ‘lovingly‘…, that was really fascinated!. Sosok isteri, ibu dan sahabat yang cerdas! (begitu saya membahasakannya :)).

It is very touching…, you will not regret watching this movie and I’ll guarantee!
Teruntuk seluruh ibu yang memberikan ketauladanan, seluruh cinta dan kasih sayang untuk keluarganya, dan insan yang tidak pernah menyerah terhadap keterbatasan diri… 🙂



Depok, Mei 2010

Advertisements

Comments are closed.

%d bloggers like this: