Skip to content

Teruntuk Kader Sejati…

June 21, 2010

Teruntuk …
Kader Sejati ….

Ketahuilah pertanggungjawaban da’wah sangatlah berat…
Hingga mampu mamatahkan tulang-tulang punggung kita…
Menangislah ….
Jika itu dapat menghilangkan lara dihati…
Sehingga kita bisa menerima semua bagian dari perjalanan hidup ini dengan kebesaran hati dan kebesaran jiwa serta menemukan jawaban dari sebuah rahasia dibalik titian kehidupan yang telah dijalani …










Assalamu’alaikum Wr.Wb
Ba’da Tahmid dan shalawat. Semoga Allah selalu mengistiqomahkan hati-hati yang selalu berjuang mencari sebuah keridhaan di Jalan-Nya.

Dan Kami pastikan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, ( yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lilllahi wa Inna ilaihi rajiun” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Rabbnya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Qs. Al Baqarah : 155-157)

Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan seperti yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan) , sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat” (Qs. Al-Baqarah : 214)

… Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah : 216)


Saudaraku…
Layaknya sebuah perjalanan yang sangat panjang, jalan da’wah selalu dipenuhi oleh kesulitan dan kepahitan. Berbagai fitnah, tantangan dan hambatan terus mendera tak putus-putusnya. Tak sedikit tenaga, waktu dan pikiran yang terkuras, peluh yang terkucur, sayatan-sayatan luka yang menganga bahkan tetesan-tetesan darah pun tak luput mewarnai jalan panjang ini. Maka laluilah ia dengan segenap kesungguhan, karena di ujung jalan ini Allah menyiapkan berbagai keindahan… “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan dengan kesanggupannya …” (Qs. Al-Baqarah : 286).

Kader sejati ada bukanlah untuk dikagumi, tetapi untuk diteladani … Mereka adalah orang-orang yang berusaha melakukan kerja-kerja kecil untuk tetap mempertahankan harapan dan optmisme ditengah badai kehidupan. Mereka bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan secepat kilat tetapi mereka adalah orang biasa yang berusaha melakukan kerja-kerja besar dalam sunyi panjang … Mereka juga melakukan kesalahan dan dosa … Mereka bukan malaikat hanya manusia biasa yang berusaha memaksimalkan seluruh kemampuannya untuk memberikan yang terbaik bagi orang-orang disekelilingnya, mencoba dengan tulus memahami makna-makna kehidupan lalu secara diam-diam merakit kerja-kerja kecil menjadi karya besar.

Kader sejati ada sebab ia memiliki naluri kepahlawanan, keberanian, kesabaran dan pengorbanan. Naluri kepahlawanan itu timbul ketika mereka mampu merespon tantangan-tantangan kehidupan yang berat dan kemudian melahirkan karya-karya besar … Naluri kepahlawanan merupakan akar dari pohon kepahlawanan dan Keberanian adalah batang yang menegakkannya. Pijakan yang kokoh pada keberanian dan kebajikan, keyakinan dan cinta yang kuat terhadap prinsip dan jalan hidup, kepercayaan pada akhirat dan kerinduan yang manderu-deru bertemu Allah … Semua itu adalah mata air yang mengalirkan keberanian dalam jiwa seorang mujahid. Tidak ada keberanian yang sempurna tanpa Kesabaran sebab Kesabaran adalah nafas yang menentukan lama tidaknya sebuah keberanian bertahan dalam diri seseorang. Kesabaran adalah daya tahan psikologis yang menentukan sejauh mana kita mampu membawa beban idealisme dan sekuat apa kita mampu survive dalam menghadapi tekanan dalam perjalanan hidup ini… Ketahuilah pahitnya kesabaran itu hanya permulaan, karena kesabaran pada benturan pertama akan menciptakan kekebalan pada benturan selanjutnya …“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertawakalah kepada Allah agar kamu beruntung “ (Qs. Ali Imran : 200)

Saudaraku …
Ketahuilah bahwa takdir seorang kader sejati yang memiliki jiwa kepahlawanan adalah bahwa ia tidak pernah hidup dan berpikir dalam lingkup dirinya sendiri. Ia telah melampaui batas-batas kebutuhan psikologis dan biologisnya. Batas-batas itu bahkan telah hilang dan melebur dalam batas kebutuhan umatnya dimana segenap pikiran dan jiwanya tercurahkan … “ Sesungguhnya Allah membeli orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka …” (Qs. At Taubah : 111).

Ada hal yang membedakan seorang kader sejati dengan orang biasa, yaitu mereka selalu unggul dalam kekuatan spiritual dan semangat hidup. Senantiasa ada gelombang gairah kehidupan yang bertalu-talu dalam jiwa mereka. Itulah yang membuat sorot mata mereka selalu tajam, dibalik kelmbutan sikap mereka. Itulah yang membuat mereka selalu penuh harapan, disaat virus keputusasaan mematikan semangat hidup orang lain. Ada saat dimana mereka sedih. Ada saat dimana mereka takut. Jenak-jenak kelemahan, keputusasaan, kecemasan dan keterpurukan pernah mendera jiwa mereka… tetapi mereka selalu mengetahui bagaimana mempertahankan vitalitas, bagaimana melawan ketakutan-ketakutan dan kesedihan-kesedihan, bagaimana mempertahankan harapan di hadapan keputusasaan dan bagaimana melampaui dorongan untuk menyerah dan pasrah di saat kelemahan mendera jiwa mereka. Mereka mengetahui bagaimana melawan gejala kelumpuhan jiwa …

Semoga tempaan tarbiyah ini bisa lebih mamatangkan kita berada di dalam jalan da’wah, berat memang amanah ini…, tetapi bisa melewatinya dengan segenap kesungguhan adalah keniscayaan….. tidak ada manusia yang sempurna tetapi yang ada adalah berusaha mendekati kesempurnaan, mencoba memaknai keterbatasan diri tetapi tidak meyerah akan keterbatasan itu. Gantungkanlah harapan kepada Allah SWT, kembalikanlah permasalahan pada Sang Pemilik masalah. Teruslah Berjuang …

Wilayah kerja adalah rangkaian realistis, dan wilayah peluang adalah ruang keserbamungkinan. Semakin luas pijakan kaki kita dalam lingkaran kenyataan, semakin besar kemampuan kita mengubah kemungkinan menjadi kapastian, mengubah peluang menjadi pekerjaan, mengubah mimpi menjadi kenyataan. Ghirah dan ikhlas adalah denyut yang berdetak tegas dalam hati mujahid da’wah. Menyegarkan semangat yang layu… Mentauhidkan jiwa yang mendua. Tetaplah membara dalam berda’wah dan jadilah mujahid yang selalu berhikmah dengan makna. Teruslah berjuang … meniti jalan da’wah yang sangat panjang.

“ … janganlah kamu meresa lemah dan jangan pula bersedih hati, sebab kamu paling tinggi derajatnya jika kamu orang beriman” (Qs. Ali Imran : 139)

Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Rabb selain Dia, hanya kepadaNya aku bertawakal …” (Qs. At Taubah : 129)

“… janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah adalah orang-orang kafir” (Qs. Yusuf : 87)


Mari jadikanlah hidup ini selalu penuh dengan harapan kepada Sang pemilik Jiwa
Jangan pernah berhenti membenahi diri
Karena da’wah tidak pernah menunggu kesiapan kita
Jangan pernah menunda mebekali diri
Sebab da’wah tidak pernah menunggu kesiapan kita
Bersiaplah menghadapi putaran waktu hingga setiap gerak langkah serta helaan nafas bernilai ibadah kepada-Nya.
Kalaulah ada goresan yang menyayat hati dan keletihan yang melanda baurlah dengan ayat-ayat Illahi…, hingga .. kelak tak ada lagi serpihan-serpihan luka penyesalan yang menyesakkan rongga dada

Duhai Sang Pemilik Jiwa…
Jadikanlah amal-amal ini sebagai pemberat timbangan di hari akhir nanti …yang bisa mengantarkan kami menuju ridha dan surga-Mu… istiqomahkanlah hati kami agar tetap berada di jalan-Mu, bersihkanlah hati yang pekat ini untuk mudah dicelupi cahaya-Mu, illahi Rabbi.
Wallahu’alam bishowab


Ya Rabb..,
Kami titipkan Qiyadah kami, saudara-saudari kami dan jagalah dimanapun mereka berada. Semoga kita selalu membara dan istiqomah dalam da’wah…
Wassalamu’alaikum Wr.Wb


Penghujung Juli 2006
Hari-Hari Menuju Musyawarah Besar ….
Masjid Ukhuwah Islamiyah, UI-Depok


Maraji’ :
1. Mencari Pahlawan Indonesia, Annis Matta.
2. Cita Rasa Da’wah (Dzauq Da’awi). Tatsqif Edisi Ke 14.
3. Sumber Kehidupan Lainnya…


Notes.
Terkadang…, kita memang perlu membuat terminal-terminal pemberhentian sejenak atas jejak-jejak langkah yang telah kita buat…, menata kembali orientasi da’wah di jalan ini…

Advertisements

Comments are closed.

%d bloggers like this: