Skip to content

9 Matahari …

January 16, 2010

Sebelumnya…, Terima Kasih yang begitu mendalam kepada Sahabatku Tercinta yang telah Merekomendasikan untuk membaca Buku ini.

9 Matahari…, Judul yang sangat Menarik. Ketika saya membacanya…, terasa Kehidupan saya ada di dalamnya. Jatuh Bangun merancang Peta Hidup…, Kuliah, Skripsi, Organisasi, Tuntutan Hidup dan Eksistensi Seseorang yang sudah Menyandang Gelar Sarjana.

Aktualisasi Diri, Idealisme, Optimisme memenuhi Syarat-Syaraf Otak saya meski Virus Pesimis, Apatis, Skeptis & Pragmatis sering kali menyergap seiring dengan Realitas yang dihadapi, sehingga sukses menjadikan saya tidak Eksis dalam Kehidupan ini. He…

Filosofi 9 Matahari…, Pernahkah anda Menilai Berapa Diri Anda? Pertanyaan itu pernah saya dapatkan ketika saya Wawancara Kerja di Kantor yang sudah saya Tinggalkan sekarang. Sontak…, Pertanyaan yang membuat saya terkaget-kaget…, karena sampai detik itu saya tidak pernah berpikir Berapa Nilai Diri saya… Di buku ini, saya kembali menemukan Makna itu.

“Sembilan itu adalah angka yang baik untuk melambangkan betapa bernilai & berharganya sesuatu yaitu Diri Kita. Angka itu berada di atas rata-rata, tetapi masih menyisahkan ruang untuk terus mendekati Kesempurnaan. Angka 9 masih akan terus mencari perbaikan diri untuk mencapai 10. Itu yang akan membuatnya terus bergerak, melakukan hal yang lebih dari waktu ke waktu… 9 memiliki bagian atas yang yang membentuk lingkaran dan itu adalah ruang pribadi bagi setiap orang. Seperti sebuah tempat untuk menyimpan keyakinan yang tidak akan terganggu. Sementara buntut di bawahnya adalah ruang terbuka, tempat orang bisa terus mengasah dirinya untuk menerima wawasan dan pengetahuan baru, serta akhirnya membuat dirinya terus menerus termotivasi untuk bisa lebih baik lagi. Dan 9 adalah Nilai buat seseorang yang terus membawa impiannya dengan semangat Matahari…”

“Matahari yang akan terus menerus memberi energi, kehangatan & cahaya buat alam semesta. Kadang dia dicaci kalau bersinar terlalu terik, kadang dia juga diprotes kalau tampak sayu & sedikit bermalas-malasan. Tapi…, tidak peduli apapun itu, matahari selalu muncul setiap hari dengan segala yang dia punya. Dia juga harus berbagi peran dengan bulan dan bintang. Tapi, bukan berarti matahari itu berhenti bersinar, justru dia sedang bersinar hangat di belahan bumi yang lain. Matahari mengajarkan banyak kepada kita untuk terus berbagi. Supaya, kita benar-benar tahu peran kita dan bisa merasakan jiwa kita hidup…” -Itu karenanya saya berbagi cerita dengan Anda tentang Buku ini-. Red

“Sama seperti Matahari…, ia perlu Diciptakan. Diciptakan dari reaksi fusi Hidrogen menjadi Helium. Sebelum menjadi Helium, dia membutuhkan tekanan dan suhu yang sangat tinggi untuk mengubah inti Hidrogen. Barulah seperti itu bisa menghasilkan energi yang sangat besar…, bahkan bisa menyembur hingga ribuan kilometer…” (Buku 9 Matahari, Hal 296 – 298)

Filosofi yang Luar Bisa…, menyadarkan saya atas sebuah Penghargaan Diri & Perjuangan Hidup. Benar…, Potensi itu muncul karena Tekanan…

“Ya…, Sukses itu bukan Monopoli orang-orang tertentu. Kita juga berhak mendapatkannya & kita harus menciptakannya”.

Buku ini bercerita akan Substansi Perjuangan untuk meraih Gelar Pendidikan Sarjana ditengah keterbatasan finansial dan kelemahan diri, serta bagaimana Karakter seseorang itu menentukan cara pandang & perilakunya. Buku ini pun berbicara tentang Potret Pendidikan di Indonesia. Pendidikan yang selama ini membunuh karakter kreativitas siswanya, sukanya keseragaman, bukan kemandirian. Guru bicara, menjelaskan dan memberi contoh, sedangkan murid hanya duduk mendengar tanpa dilibatkan. Metode Menghafal bukan Pemahaman. Padahal subtansi Out Put yang dingikan adalah bagaimana setiap orang yang mengenyam pendidikan sanggup untuk memetakan atau memecahkan masalah yang ada di dalam masyarakat.

Nah…, saya jadi semakin mengevaluasi diri…, benarkah saya layak menyandang Gelar Sarjana & bermanfaat untuk ummat?!!!

Ketika saya menelaah tokoh-tokoh yang ada di dalam buku ini…, Mereka bukan orang yang hanya berpikir & melontarkan ide, tapi ide itu mereka jalankan. Mereka seperti partikel kecil dari bangsa ini, tetapi partikel kecil yang punya energi besar & mampu mendorong serta meniupkan diri menjadi besar dan melaju bersama untuk perubahan.

Sangat Bagus…, buku ini sangat direkomendasikan sebagai Refleksi Diri bagi anda yang sedang Terseok-seok Menyusun Skripsi, Tesis atau Disertasi (Hmm Benar…, karena Skripsi memang Pertarungan Mental), yang sedang Letih & Jenuh dalam Perjalanan Panjang Mengenyam Pendidikan…, atau yang tengah berjuang membiayai Kuliah dengan Jerih Payah & Keringat sendiri… untuk anda yang Kerap Kali jatuh dalam mengejar Impian & Cita-Cita dan Kembali Berdiri… juga untuk kita semua yang selalu menginginkan adanya Nafas Perubahan menuju yang Lebih Baik dalam menjalani Luasnya Samudra Hidup & Kehidupan.

Jika sang Penulis berkata “Terima Kasih telah Mengembalikanku ke Atas Rel Perjalanan Impianku. Dan beginilah cara Yang Maha Pemilik Alam ini Menegur, Menyentuh atau Mengingatkanku kembali”. Maka kata-kata itu yang akan kuberikan kepadamu wahai Sahabatku Tercinta…, Endah Meiria. Thanks For Your Recomendation…”

Salam Hormat kepada Kedua Orang Tua saya yang telah Mencurahkan seluruh Tenaga, Keringat, Air Mata, Waktu & Pikiran, Bea Siswa dengan Rumitnya Birokrasi di tengah keterbatasnnya hanya untuk mengantarkan Putri-Putrinya meraih Gelar Sarjana & Pendidikan Lanjutan setelahnya. Sungguh jika Kami mengkakulasikan semua biaya itu, tidak akan mampu kami membayarnya…, bukan…, bukan Materi tapi pada Pancaran Keikhlasan, Kasih Sayang, Pengharapan & Do’a yang tiada terputus kepada Sang Pemilik Hidup…, Keyakinan bahwa Putri-Putrinya bisa lebih baik Kehidupannya dibandingkan dengan mereka.

Tiada kata…, yang mampu terucap Kepadamu duhai Ayah & Ibu…, terima kasih atas semuanya yang telah kalian ajarkan kepada Kami. Semoga Mimpi-Mimpi Kami tidak akan terputus…, dan semoga Allah akan mengumpulkan kita semua di Syuganya kelak. Amiin.




Depok, Penghujung Mei 2009
di Saat Sebagian Mata Penduduk Bumi Telah Terpejam…
Tetapi Air Mata ini Kian Membasahi …
Mencoba Terus Mengevaluasi Diri…, Akan Substansi sebuah Impian & Cita-Cita
Saatnya terus Membuktikan…, Berjuang & Mengembalikan Seluruhnya Pada Sang Pemilik Impian…



Advertisements

Comments are closed.

%d bloggers like this: