Skip to content

Conspiracy Agent

July 23, 2009

Conspiracy Agent






















”Ya, di dunia maya tidak ada yang namanya RAHASIA & RUANG PRIBADI, seaman apapun kau melakukan & menggunakan kata sandi yang serumit apapun tetap saja surat elektronik (and others – red) dapat di baca orang lain. Kau adalah satu dari jutaan orang yang dikelabui dengan janji-janji adanya keamanan dalam menggunakan surat elektronik (and others – red). Kenyataannnya banyak negara yang melakukan penyadapan terhadap surat elektronik dan yang paling terkenal adalah Silicon Valley di Amerika, sebuah kawasan yang memiliki unit menyadap surat elektronik semua penggunanya di internet. Bukan hanya di Amerika untuk kawasan Asia Tenggara adanya di Indonesia.” (Conspiracy Agent, Hal. 65-66)


Berawal dari empat orang ilmuan teknologi komputer berkaitan dengan ENSKRIP MagBeam (Magnetized Beam Plasma Propulsion System), hasil temuan yang bisa MENGHANCURKAN dunia. Setelah melakukan uji coba, mereka terdeteksi oleh sebuah Corporation. Pencarian ENSKRIP dilakukan, tiga ilmuan terbunuh. Masih tertinggal seorang ilmuan, tentu saja dengan ENSKRIP MagBeam ditangannya. Dua harta karun bernilai tinggi yang di cari oleh semua MAFIA Black Market Dunia.

South East Asian Bureau of Investigations (SEABI) adalah biro yang dibentuk untuk mengantisipasi persoalan berat & terorganisir yang tidak bisa ditangani oleh angkatan bersenjata di negara-negara Asia Tenggara, kali ini mengutus Agen Level 8, 9 & 10 untuk diturunkan. Ya, agen TERBAIK.

Banyak Intrik & Kepentingan. Siapa kawan & siapa lawan menjadi batas yang membingungkan.

Novel ini direkomendasikan untuk seorang pemula yang ingin mengetahui dunia spionase, seperti saya. Sekali lagi tidak berat, sang penulis membahasakannya sangat mudah untuk dipahamai hanya saja ada beberapa ANALOGI yang membuat saya MENGERNYITKAN dahi, karena jika Reaksi Fisika Kimia yang disajikan, OTAK ini lama mentranslate, bisa disebut PODUK GAGAL sebagai anak IPA. Ha.

Pernahkah anda membayangkan berada dalam sebuah ruangan bawah tanah yang dimana sebuah pemindai x-ray pun tidak mampu mendeteksi keberadaan anda, karena anda telah mengisolasi ruangan tersebut dengan penetral sinar-x yang juga berfungsi untuk melindungi dari bocoran frekuensi gelombang elektromagnetik yang keluar masuk ruangan anda. Musuh pun terkelabui…

Di waktu yang lain, seorang Agen dengan cantik memainkan jari jemarinya. Melacak telepon genggam target, masuk ke jaringan provider atau penyedia jasa layanan komunikasi, yup berhasil…, muncul data base. Yang rumit adalah menembus lapisan keamanan komputer provider tersebut. Tentu saja, jika terlalu mudah ditembus maka tidak ada lagi kerahasiaan data dan akan menjadi sasaran empuk para hacker jahat. Penyadapan surat elektronik, blokir rekening, paspor, visa and others yang berkaitan dengan ID adalah cara yang biasa dilakukan kalangan Militer atau Biro Penyelidikan sebagai sebuah intimidasi secara psikologis untuk membuat seolah-olah target tidak bisa melakukan apapun serta menyerah begitu saja. Jadi dunia maya sudah tidak aman lagi? Tidak bagi sang Doktor di bidang Ilmu Komputer yang sedang menjadi incaran, dia mampu membalikkan keadaan itu. Menggunakan massenger tanpa terdeteksi. Ia menekan simbol tertentu di layar komputernya : program fowarding. Setelah terbuka ia mengambil account sebuah server di Kyoto Jepang, lalu dengan menggunakan account tersebut ia membobol sebuah account di New York Amerika, kemudian Singapura, Thailand, India dan terakhir sebuah account di Perancis. Sehingga dalam kondisi normal pengguna internet lain akan mengiranya berada di Perancis. Hmm…, bisa-bisa account anda di pakai hacker ya? He. Hebatnya untuk mengetahui keberadaannya dibutuhkan waktu lebih dari 10 menit karena masing-masing account perlu waktu 2,5 menit untuk memecah alurnya. Dan Sang Doktor pun telah selesai menyelesaikan tugas, sebelum diketahui keberadaanya.

Jadi ketika anda ingin lebih lama menyelesaikan misi, maka anda harus memerpanjang aksi pembobolan jalur account yang anda gunakan? Betul begitu?! Hmm….

Tapi bagi para agen SEABI, tidak sedikit kasus yang terpaksa diakhiri, bukan hanya meninggalkan pertanyaan tetapi juga misteri besar yang besar dipaparkan secara NYATA di DEPAN MATA dan TAK ADA yang bisa dilakukannya. Sekali lagi semua berujung pada KONSPIRASI dan PERTARUNGAN IDEALISME.



Saya berpikir, tentunya Novel ini dibuat berdasarkan ilmu. Anda tahu? Jika ingin membuat sebuah buku setidaknya dibutuhkan 40 Referensi Buku yang harus bisa dijadikan rujukan sehingga tulisan menjadi berisi.

Muncul pertanyaan dalam benak saya? Jika semua mudah dilacak, lalu kenapa masih banyak ’IKAN-IKAN KAKAP’ lepas dari aparat PERTAHANAN dan KEAMANAN negara???!!! Maka jawabannya semua itu adalah KONSPIRASI. Siapa kawan & siapa lawan menjadi batas yang membingungkan. MENGERIKAN.



Penghujung Weekend
Terima kasih kepada Penulis (Michael Firewall) untuk menghadirkan Novel Fiksi ini…, setidaknya menambah wawasan saya. Chom Komapsumnida. Spesial untuk Liza : Besok pakai Profiler saja ya…, hanya beberapa jam data ditangan. Seminggu kelamaan. Haha…

Notes.
Profiler adalah agen yang memiliki kemampuan khusus untuk menyamar, menganalisa dan melakukan kesimpulan terhadap orang yang menjadi terget. Dengan melihat dan berbicang saja Profiler sudah mengetahui karakter target yang diajak bicara. Menghemat waktu…. Hihi. Atau minta tolong sama Angen Key…, Hacker yang di umur 19 tahun mempu menyelesaikan pendidikannya di Nagyang Technology University kemudian melanjutkan ke Osborne University. So, how?!! :D.

Advertisements

Comments are closed.

%d bloggers like this: